Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MBG Jadi Mesin Ekonomi Baru Tanjungpinang, Rp800 Juta Berputar Tiap Hari

📅 Senin, 16 Feb 2026, 17:51 WIB | Oleh:
MBG Jadi Mesin Ekonomi Baru Tanjungpinang, Rp800 Juta Berputar Tiap Hari Doc: Antara Foto
Ket. Mobil SPPG mengantar MBG di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau menyebut program makan bergizi gratis (MBG) memiliki daya ungkit ekonomi yang tinggi, karena perputaran uang dari program Asta Cita itu mencapai Rp800 juta per hari.

Perhitungan tersebut berdasarkan belanja dapur SPPG per hari sebesar Rp45 juta untuk melayani 3.000 penerima manfaat MBG, lalu kali dengan 19 dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Tanjungpinang.

"Nah, persoalannya ke mana dan siapa yang menikmati uang tersebut. Itu masih jadi tanda tanya besar kita bersama," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang Zulhidayat, Senin.

Menurut Sekda, anggaran MBG per siswa sebesar Rp15 ribu, dengan rincian Rp2.000 untuk sewa alat dan dapur SPPG, lalu Rp3.000 untuk upah kerja dan operasional, dan Rp10 ribu untuk kebutuhan bahan baku, seperti ayam hingga sayur.

Ia menyebut, kebutuhan daging ayam untuk tiap-tiap SPPG berkisar 300 kilogram, sehingga kadang memicu terjadinya kekosongan pasokan ayam segar di pasaran.

Selain itu, kebutuhan sayur untuk dapur SPPG di Tanjungpinang sebagian besar dipasok dari luar daerah, imbas minimnya hasil pertanian lokal di Kota Gurindam tersebut.

Maka itu, Zulhidayat mengajak masyarakat Tanjungpinang menangkap peluang ekonomi dari program MBG, melalui penyediaan kebutuhan pangan lokal untuk dapur SPPG.

"Kebutuhan ayam SPPG tinggi, jadi kenapa kita tidak coba beternak ayam, atau bertani menanam sayur supaya uang MBG itu bisa dinikmati warga Tanjungpinang," ungkapnya.

Zulhidayat menambahkan, Pemkot Tanjungpinang tengah berupaya mengelola 1.600 hektare lahan terlantar di daerah itu, salah satunya bertujuan mendorong masyarakat bertani maupun beternak, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

"Sekarang sedang berproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Mudah-mudahan dalam waktu dekat lahan itu sudah bisa kita kelola," demikian Sekda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.