Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Dorong Integrasi Nasional Menuju Satu Data JKN

📅 Minggu, 15 Feb 2026, 15:40 WIB | Oleh:
DPR Dorong Integrasi Nasional Menuju Satu Data JKN Doc: DPR/Kresno/Karisma
Ket. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad

JAKARTA – DPR RI mendorong percepatan integrasi data lintas kementerian dan lembaga menuju satu data tunggal dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini dinilai krusial untuk memperbaiki tata kelola kepesertaan, khususnya Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Dorongan tersebut mengemuka dalam rapat konsultasi lintas kementerian dan lembaga antara DPR dan pemerintah, Senin (9/2), menyusul berbagai keluhan publik terkait penonaktifan kepesertaan PBI. DPR menegaskan, pembenahan data menjadi prioritas agar perlindungan sosial tepat sasaran.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan integrasi data menjadi fondasi utama perbaikan ekosistem JKN. , "Sistem satu data akan meminimalkan kesalahan inklusi dan eksklusi dalam penetapan peserta PBI," ujar dia.

Dalam rapat tersebut, DPR dan pemerintah sepakat layanan kesehatan peserta PBI tetap berjalan selama tiga bulan ke depan. Iuran peserta tetap dibayarkan pemerintah sambil proses pembenahan dan pemutakhiran data dilakukan.

DPR juga menugaskan Kementerian Sosial, pemerintah daerah, BPS, dan BPJS Kesehatan untuk melakukan verifikasi serta pembaruan data desil menggunakan data pembanding terbaru. Langkah ini bertujuan memastikan kepesertaan benar-benar menyasar masyarakat miskin dan rentan.

Selain itu, DPR menekankan optimalisasi anggaran yang telah dialokasikan dalam APBN harus berbasis data akurat dan terintegrasi. Persoalan PBI, tegas DPR, bukan sekadar isu administratif, melainkan menyangkut hak dasar warga negara atas layanan kesehatan.

Ke depan, integrasi nasional menuju satu data JKN diharapkan memperkuat sistem jaminan kesehatan yang berkeadilan dan berkelanjutan. DPR memastikan pengawasan akan terus dilakukan agar reformasi tata kelola berjalan konsisten dan minim polemik.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemutakhiran data PBI JKN dilakukan berkala. Langkah itu untuk mencegah kejutan di tengah masyarakat.

Dalam rapat bersama pimpinan DPR RI, Senin (9/2), ia menyoroti anomali Februari 2026. Penonaktifan peserta melonjak signifikan dibandingkan rata-rata sebelumnya. Biasanya penonaktifan hanya sekitar satu juta jiwa. Namun, Februari 2026 mencapai 11 juta peserta.

Jumlah itu hampir sepuluh persen dari total 98 juta peserta. Lonjakan tersebut dinilai memicu keresahan publik.

Menurut dia, banyak peserta tidak mengetahui statusnya telah dinonaktifkan. Kondisi itu menimbulkan kejutan dan kepanikan.

Pada prinsipnya, perubahan data bertujuan memperbaiki tata kelola JKN. Program harus tepat sasaran bagi masyarakat miskin.

Menkeu menegaskan pemutakhiran data tidak boleh menimbulkan keributan. Prosesnya harus terukur dan dikomunikasikan dengan baik.

Ia menyarankan penonaktifan dilakukan bertahap dalam dua hingga tiga bulan. Langkah itu perlu disertai sosialisasi kepada masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.