Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Film sampai Kuliner, RI–Thailand Segarkan Kemitraan Ekonomi Kreatif

📅 Minggu, 15 Feb 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Film sampai Kuliner, RI–Thailand Segarkan Kemitraan Ekonomi Kreatif Doc: ANTARA/HO-Kemenekraf
Ket. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif menerima delegasi pemerintah Thailand di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

JAKARTA – Indonesia dan Thailand kembali merapatkan barisan, kali ini lewat pembaruan kemitraan di sektor ekonomi kreatif.

Mulai dari film, fesyen, kuliner, sampai konten digital, kerja sama ini jadi ruang baru buat para pelaku kreatif saling belajar, kolaborasi, dan membuka pasar masing-masing.

Bukan sekadar seremoni, langkah ini diharapkan bikin ide-ide segar makin gampang menyeberang negara, UMKM kreatif naik kelas, dan talenta muda punya panggung lebih luas di kawasan.

Perwakilan pemerintah Republik Indonesia (RI) dan pemerintah Thailand menyepakati perlunya pembaruan kemitraan kedua negara di bidang ekonomi kreatif.

Dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (13/2), perwakilan RI dan Thailand menyepakati pembaruan nota kesepahaman kerja sama kedua negara di bidang industri kreatif yang ditandatangani pada 2019 dan berakhir pada 2025 agar lebih relevan dengan perkembangan industri saat ini.

Menurut siaran pers Kementerian Ekonomi Kreatif RI, lingkup nota kesepahaman kerja sama tersebut mencakup pertukaran kebijakan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi digital.

Seiring dengan perkembangan industri kreatif global, kedua negara memandang perlu adanya pembaruan dan penguatan implementasi kerja sama agar lebih adaptif terhadap kebutuhan saat ini.

Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Agus Syarip Hidayat menyampaikan bahwa Thailand merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal RI yang diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Ekonomi Kreatif, nilai perdagangan Indonesia dengan Thailand di sektor ekonomi kreatif, yang mencakup produk kuliner, penerbitan, kriya, dan fesyen, selama Januari-November 2025 mencapai 1,54 miliar dolar AS.

"Thailand merupakan salah satu tujuan utama ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia. Hal ini menunjukkan besarnya potensi kerja sama kedua negara," kata Agus.

"Kami melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperbarui dan mengalibrasi kembali kolaborasi agar tercipta kemitraan yang lebih kuat, sekaligus mempererat hubungan antarnegara dan masyarakat," ia menambahkan.

Dia menyampaikan bahwa usaha ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan budaya dan potensi daerah.

"Kami mendorong penguatan ekosistem kreatif melalui pendekatan kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga pembiayaan. Dengan model ini, kami ingin menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru yang tumbuh dari daerah dan berdampak secara nasional," ia menjelaskan.

Hathaichanok Frumau selaku Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Jakarta menyampaikan sektor ekonomi kreatif merupakan sektor strategis bagi pertumbuhan ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.