Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati Orangtua Jangan Membeda-bedakan Perlakuan kepada Anak-anak

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 10:03 WIB | Oleh:
Hati-hati Orangtua Jangan Membeda-bedakan Perlakuan kepada Anak-anak Doc: ist
Ket. harmoni keluarga

JAKARTA – Sudah banyak kejadian anak mengekspresikan perlakuan yang tidak sama di dalam keluarga. Bahkan sampai menjadi pembunuh. Untuk itu ini harus dicermati dan di sadari para bakap ibu. Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi Amalia Indah Permata, M.Psi., mengatakan anak memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibanding saudara sulung dan bungsu karena posisi mereka di dalam struktur keluarga.

“Anak tengah berisiko merasa mendapat perlakuan berbeda dari kakak dan adik. Kakak dan adik seolah memiliki peran yang lebih jelas, si sulung dan si bungsu, dibanding dirinya sehingga merasa keduanya lebih diperhatikan oleh orang tua,” katanya, Rabu (11/2).

Menurut psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut, dalam banyak kasus kakak dan adik memiliki peran yang lebih jelas di mata orang tua, sehingga anak tengah kerap merasa kurang terlihat dan kurang diperhatikan.

Ia menjelaskan kondisi psikologis tersebut dapat diterangkan melalui teori urutan kelahiran atau birth order yang dikemukakan Alfred Adler. Dalam teori itu, anak tengah disebut lebih berisiko mengalami perasaan terabaikan dan tidak spesial.

“Adler mengungkapkan bahwa anak tengah berisiko mengalami perasaan terabaikan dan tidak spesial sehingga membuatnya merasa tidak terlihat dan harga diri cenderung rendah. Anak tengah juga sudah terpaksa berbagi dengan lebih dari satu orang sejak kecil, yang berisiko menimbulkan rasa membandingkan, ketidakadilan, dan kecemburuan,” ujarnya.

Pembahasan tentang posisi anak tengah kembali ramai setelah kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, mencuat dan pelaku diketahui merupakan anak tengah yang diduga menyimpan rasa diperlakukan tidak adil di rumah. Di media sosial, banyak warganet kemudian membagikan pengalaman serupa tentang perasaan diabaikan dalam keluarga.

Amalia juga menambahkan sejumlah penelitian menemukan tingkat kebahagiaan dan harga diri anak tengah cenderung lebih rendah dibanding anak sulung dan bungsu. Anak tengah juga disebut lebih sering merasa kurang dekat dengan keluarga sehingga terdorong mencari identitas di luar rumah.

Meski demikian, Amalia menekankan urutan kelahiran bukan faktor penentu tunggal dalam pembentukan kepribadian anak. Persepsi subjektif anak dan pola asuh orang tua tetap memegang peran penting.

“Pengaruh birth order tidak selalu konsisten karena banyak faktor lain yang terlibat seperti pola asuh orang tua, kondisi psikologis orang tua, jenis kelamin, jarak usia, serta latar belakang budaya dan keluarga,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Nasional
BPDLH: Alokasi Dana Abadi u...
Luar Negeri
Sudah Terusir dari Rumah, P...

Putin Sebut Barat Sengaja Bikin 'Tirai Besi'

51 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Putin Sebut Barat Sengaja B...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.