Dua Kapal Angkatan Laut AS Tabrakan di Laut Karibia

Jumat, 13 Feb 2026, 15:28 WIB

WASHINGTON — Militer AS pada hari Kamis (12/2) melaporkan insiden besar terjadi dalam beberapa hari terakhir terkait pengerahan pasukan besar-besaran di Laut Karibia. Dua kapal Angkatan Laut bertabrakan menyebabkan dua pelaut mengalami luka ringan.

Dilaporkan Associated Press, Komando Selatan AS mengumumkan bahwa kapal perusak USS Truxtun dan kapal suplai USNS Supply bertabrakan saat kapal perang tersebut sedang menerima muatan suplai baru. Manuver ini biasanya melibatkan kedua kapal berlayar sejajar, biasanya dalam jarak ratusan kaki, sementara bahan bakar dan suplai dipindahkan melintasi celah melalui selang dan kabel.

Ket. Foto: Kapal perang AS USS Truxtun berlayar di Selat Bosporus dalam perjalanan menuju Laut Hitam, di Istanbul, Turki, 7 Maret 2014. — Sumber: AP

Tabrakan terjadi ketika kapal suplai sedang mengisi bahan bakar kapal penjelajah USS Gettysburg di satu sisi dan Truxtun mendekat dari sisi lain, menurut seorang pejabat AS yang mengetahui insiden tabrakan tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas kecelakaan yang sedang diselidiki.

Komando Selatan mengatakan dua personel melaporkan cedera ringan dan keduanya dalam kondisi stabil. Kedua kapal sekarang berlayar dengan aman, menurut pernyataan militer tersebut.

Kapal USS Truxtun meninggalkan pelabuhan asalnya di Norfolk, Virginia, pada 3 Februari. Kapal perusak itu harus kembali ke pelabuhan selama beberapa hari untuk melakukan "perbaikan peralatan darurat" dan akhirnya berlayar menuju Karibia pada 6 Februari, menurut seorang pejabat Angkatan Laut, yang berbicara dengan syarat anonim.

Di Karibia, kehadiran angkatan laut saja mencapai 12 kapal, termasuk kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, serta Iwo Jima dan dua kapal serbu amfibi lainnya, yang membawa ribuan Marinir.

Wall Street Journal pertama kali melaporkan insiden tabrakan tersebut, yang jarang terjadi pada kapal perang. Tabrakan terakhir kapal Angkatan Laut terjadi pada Februari 2025 ketika kapal induk USS Harry S. Truman bertabrakan dengan kapal dagang tepat di luar Terusan Suez dekat Port Said, Mesir. Tabrakan itu mengakibatkan kerusakan kecil pada Truman tetapi tidak ada korban luka.

Investigasi yang dirilis pada bulan Desember mengungkapkan bahwa karena kapal induk tersebut mengalami keterlambatan jadwal, perwira yang bertugas sebagai navigator kapal tersebut mengemudikannya dengan kecepatan yang tidak aman.

Ketika sebuah kapal dagang bergerak ke jalur tabrakan dengan kapal induk, perwira yang bertanggung jawab tidak mengambil tindakan yang cukup untuk menghindari bahaya, dan kapal tersebut juga melaju begitu cepat sehingga membutuhkan hampir satu setengah mil untuk berhenti setelah mematikan mesin, demikian temuan laporan tersebut.

Pemerintahan Trump membangun kehadiran militer terbesar di kawasan Karibia sebelum melakukan serangkaian serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba sejak September, menyita kapal tanker minyak yang dikenai sanksi, dan melakukan serangan mendadak yang menangkap presiden Venezuela saat itu, Nicolás Maduro.

  • Pasukan Amerika Serikat

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.