Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah, Investor Pilih Dolar AS Saat The Fed Belum Melunak

📅 Kamis, 12 Feb 2026, 16:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah, Investor Pilih Dolar AS Saat The Fed Belum Melunak Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipicu tekanan eksternal, terutama penguatan indeks dolar AS yang didorong ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama di Amerika Serikat (AS).

Persepsi pelaku pasar terhadap arah kebijakan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) membuat arus modal cenderung kembali ke aset berdenominasi dolar, menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Dalam kondisi ini, pergerakan rupiah menjadi refleksi sentimen global, sementara faktor domestik berperan lebih sebagai penahan volatilitas ketimbang penentu arah utama.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis (12/2), bergerak melemah 42 poin atau 0,25 persen menjadi Rp16.828 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan rupiah mencerminkan tekanan eksternal yang masih mendominasi pergerakan pasar keuangan domestik.

“Secara teknikal dan fundamental jangka pendek, rupiah bergerak dengan volatilitas yang tetap dipengaruhi dinamika indeks dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed,” ungkapnya di Jakarta.

Mengutip Xinhua, CME FedWatch Tool melaporkan probabilitas Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Maret 2026 meningkat jadi 94 persen dari sekitar 80 persen.

Peningkatan probabilitas ini dipengaruhi laporan total lapangan kerja non pertanian (nonfarm payroll) yang meningkat 130 ribu, jauh melampaui perkiraan. Tingkat pengangguran juga sedikit menurun jadi 4,3 persen dari 4,4 persen.

Peningkatan lapangan kerja terkonsentrasi di sektor perawatan kesehatan, bantuan sosial dan konstruksi, sementara sektor pemerintah federal dan aktivitas keuangan mencatat penurunan.

“Penguatan dolar global, terutama jika ditopang data ekonomi Amerika Serikat yang solid, cenderung menahan ruang apresiasi rupiah. Sebaliknya, jika rilis data AS menunjukkan perlambatan dan memperkuat spekulasi pelonggaran moneter, tekanan terhadap rupiah dapat mereda,” ujar Taufan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.826 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.781 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.