Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Tiket Piala Dunia 2026 Melejit di Situs Resmi FIFA, Laga Final Tembus 2,3 Miliar Rupiah

📅 Kamis, 12 Feb 2026, 09:22 WIB | Oleh:
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Melejit di Situs Resmi FIFA, Laga Final Tembus 2,3 Miliar Rupiah Doc: AFP
Ket. Presiden FIFA Gianni Infantino dan Trofi Piala Dunia.

WASHINGTON – Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak tajam di platform penjualan ulang resmi milik FIFA. Sejumlah tiket dipasarkan dengan nilai berkali-kali lipat dari harga awal, meski sebagian besar baru saja didistribusikan setelah fase penjualan utama berakhir pada bulan Januari lalu.

Beberapa pekan setelah Presiden FIFA Gianni Infantino memperingatkan bahwa tiket di pasar jual kembali berpotensi dibanderol dengan harga selangit, kekhawatiran itu kini menjadi kenyataan, bahkan di platform resmi FIFA sendiri.

Hingga Kamis (12/2), tiket kategori tiga, kategori tribun tertinggi, untuk laga pembuka antara Meksiko kontra Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, 11 Juni, tercantum seharga 5.324 dolar AS (sekitar 83 juta rupiah), melonjak drastis dari harga asli 895 dolar AS (sekitar 14 juta rupiah).

Lonjakan paling mencolok terjadi pada partai final 19 Juli di East Rutherford, New Jersey. Satu tiket kategori tiga dipasarkan hingga 143.750 dolar AS (sekitar 2,3 miliar rupiah), atau lebih dari 41 kali lipat harga awalnya sebesar 3.450 dolar AS (sekitar 54 juta rupiah). Bahkan tiket termurah untuk final di platform tersebut masih berada di angka 9.775 dolar AS (sekitar 153 juta rupiah).

Meski demikian, terdapat pengecualian langka. Tiket laga fase grup Austria kontra Yordania di Levi’s Stadium, California yang juga menjadi tuan rumah Super Bowl akhir pekan lalu, ditawarkan seharga 552 dolar AS (sekitar 8,6 juta rupiah), sedikit lebih rendah dari harga belinya 620 dolar AS (sekitar 9,7 juta rupiah).

Bagi banyak penggemar, fenomena ini mengonfirmasi kekhawatiran yang sudah muncul sejak undian turnamen pada Desember lalu.

“Harga yang tidak masuk akal ini tidak mengejutkan. Ini mencerminkan apa yang selama ini kami tentang dan perjuangkan: banyak orang membeli untuk dijual kembali,” ujar Guillaume Aupretre, juru bicara kelompok suporter timnas Prancis Irresistibles Francais yang memiliki hampir 2.500 anggota.

“Pada akhirnya, siapa yang dirugikan? Para penggemar sejati yang harus menghadapi penawaran yang keterlaluan. Kami ingin tiket ini benar-benar dinikmati suporter yang datang mendukung timnya, tetapi kenyataannya tidak demikian.”

Menariknya, meski harga melambung tinggi, permintaan tetap deras. FIFA menyebut telah menerima sekitar 500 juta permintaan tiket dari seluruh dunia.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menegaskan bahwa mereka hanya bertindak sebagai fasilitator di pasar sekunder tersebut, dengan mengambil komisi 15 persen, dan bahwa penjual kembali yang menentukan harga tiket.

“Secara umum, model harga untuk Piala Dunia 2026 mencerminkan praktik pasar yang berlaku untuk ajang hiburan dan olahraga besar di negara tuan rumah,” tulis FIFA. “Kami tetap fokus memastikan akses yang adil bagi penggemar lama maupun baru.”

Pasar jual kembali di Amerika Serikat dan Kanada tidak diatur secara khusus. Di Meksiko, penjualan tiket di atas harga asli dilarang, tetapi hanya berlaku untuk tiket yang dibeli di dalam negeri menggunakan mata uang lokal.

Isu tiket menjadi salah satu kontroversi terbesar menjelang Piala Dunia 2026. Sejumlah kelompok suporter, termasuk Football Supporters Europe, menuding FIFA melakukan “pengkhianatan monumental” terkait kebijakan harga.

Sebagai respons, FIFA menyediakan kuota terbatas tiket seharga 60 dolar AS (sekitar 940 ribu rupiah) untuk kelompok suporter resmi. Namun, kritik menyebut langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi persoalan mendasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.