BMKG Prakirakan Wilayah Provinsi Maluku Utara Hujan pada 12–18 Februari
Kamis, 12 Feb 2026, 09:50 WIBTERNATE â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate memprakirakan wilayah Provinsi Maluku Utara hujan pada 12â18 Februari 2026.
"Masyarakat agar mewaspadai potensi curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi secara fluktuatif," kata Petugas Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah, Muhammad Dzikri, di Ternate, Kamis (12/2).
Dia mengatakan kondisi dinamika atmosfer saat ini terpantau adanya belokan angin yang menyebabkan penumpukan massa udara di sekitar wilayah Maluku Utara.
"Secara umum cuaca di Maluku Utara selama periode 12â18 Februari 2026 adalah berawan hingga hujan ringan. Namun, perlu diwaspadai adanya peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang yang dapat terjadi pada pagi, siang, sore, malam hingga dini hari," ujarnya.
BMKG juga mengingatkan potensi dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang.
Secara rinci, pada 12â13 Februari 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.
Sementara pada 14â15 Februari 2026, potensi hujan meningkat menjadi sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah kabupaten/kota tersebut.
Adapun pada 16â18 Februari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Maluku Utara.
Muhammad Dzikri mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan kapasitas infrastruktur serta sistem tata kelola sumber daya air dalam kondisi siap mengantisipasi peningkatan curah hujan. Koordinasi dan sinergi antarinstansi juga perlu diintensifkan guna kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
"Masyarakat juga diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing serta melakukan langkah mitigasi sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan, dan menata lingkungan sekitar," katanya.
BMKG meminta seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate guna mengantisipasi potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Berita Terkait:
-
AS Gelar G20 di Tengah Gejolak Energi
-
Mulai Oktober! Usia 17 Tahun Kini Bisa Buka Rekening BRI, Apa Syaratnya?
-
Melawan Api dan Patriarki: Emak-emak di Garis Depan Lahan Gambut Kalimantan
-
Pasar Digital Indonesia Kian Seksi dan Menjanjikan, Pengguna Internet Tembus 250 Juta Jiwa
-
Konjungsi dan Okultasi Venus-Bulan Tersaji di Langit Jakarta
-
Kebakaran Hutan dan Lahan di Muara Enim Belum Padam, Asap Tebal Selimuti Desa Teluk Limau.
-
BMKG Ungkap Bali Sudah 123 Hari Tanpa Hujan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.