Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Imlek, Tiongkok Dibanjiri Wisatawan Asing

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 21:33 WIB | Oleh:
Jelang Imlek, Tiongkok Dibanjiri Wisatawan Asing Doc: Xinhua

BEIJING - Seiring makin dekatnya Tahun Kuda, makin banyak wisatawan mancanegara (wisman) turut ambil bagian dalam kemeriahan perayaan tradisional Festival Musim Semi Tiongkok atau Tahun Baru Imlek.

Dari jalan-jalan semarak di Shanghai hingga rumah panggung bersejarah di Provinsi Hunan, Tiongkok tengah, Tahun Baru Imlek, yang tahun ini jatuh pada 17 Februari, telah berkembang menjadi ajang budaya berskala global, memicu lonjakan pariwisata inbound di Tiongkok.

Data dari sejumlah platform perjalanan utama menunjukkan bahwa dalam beberapa pekan menjelang Tahun Baru Imlek, pemesanan penerbangan oleh wisman melonjak lebih dari 400 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Lonjakan jumlah pengunjung tersebut sebagian besar didorong oleh kebijakan fasilitasi perjalanan dan kebijakan bebas visa yang diperluas. Data terbaru menunjukkan bahwa pada 2025, Tiongkok memperluas penerapan akses bebas visa unilateralnya, yang membuat warga dari 48 negara bisa masuk tanpa visa, sementara jumlah negara yang menawarkan pembebasan visa resiprokal meningkat menjadi 29 negara.

Meskipun kota-kota tradisional, seperti Beijing, Shanghai, Chengdu, dan Guangzhou, tetap menjadi destinasi favorit, peta "China Chic" terus meluas. Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu di Tiongkok barat laut dan Hohhot, ibu kota Daerah Otonom Mongolia Dalam, mencatatkan peningkatan jumlah pengunjung hingga empat kali lipat.

"Jumlah pengunjung inbound usia muda terus meningkat, dan pola belanja mereka kini lebih beralih pada pengalaman dibanding sekadar menikmati pemandangan," ujar Zhou Weihong, Wakil Manajer Umum Spring Tour yang berbasis di Shanghai.

Dari pasar-pasar yang ramai hingga museum berteknologi tinggi, wisman kini berburu pengalaman autentik kehidupan masyarakat Tiongkok.

Di wilayah selatan Tiongkok yang beriklim tropis, Provinsi Hainan menjadi destinasi utama untuk konsumsi berbasis pengalaman. Sejak Pelabuhan Perdagangan Bebas (Free Trade Port/FTP) Hainan secara resmi meluncurkan operasi bea cukai khusus di seluruh pulau itu pada akhir 2025, berbelanja telah menjadi bagian utama dari banyak itinerari.

Daria, seorang pengunjung dari Russia yang baru saja membeli sebuah gawai tablet Honor di mal bebas bea di Hainan, menyebut bahwa harga yang ditawarkan "jauh lebih kompetitif."

Kate, yang sedang melakukan kunjungan keduanya ke provinsi berbentuk pulau tersebut, memuji kemudahan digital. "Menggunakan WeChat untuk transportasi dan pembayaran sangat mudah sehingga Tiongkok telah menjadi destinasi favorit saya untuk bersantai," tuturnya, seraya menambahkan bahwa anak-anaknya kini menjadi penggemar kotak misteri (blind box) di toko ritel Miniso.

Musim liburan juga mulai terasa di kota-kota kecil yang kaya akan budaya. Mario, seorang wisatawan asal Roma, mengalami "kejutan pertamanya" di Kota Furong, sebuah destinasi wisata di Provinsi Hunan yang terkenal dengan air terjunnya dan warisan budaya etnis Tujia.

Mario mengaku sangat terpesona oleh kain brokat etnis Tujia, salah satu kerajinan warisan budaya takbenda. "Melihat jemari para perajin bergerak lincah menyusuri helaian benang. Ini bukan sekadar suvenir; ini adalah kisah yang ditenun menjadi kain sutra," ujarnya.

Saat malam tiba, kota tua itu bermandikan cahaya semarak ketika warga lokal dan wisatawan berkumpul membentuk lingkaran di sekitar api unggun yang menyala, menari mengikuti irama musik tradisional. Bagi Mario, keramahan penduduk setempat sama berkesannya dengan pemandangan alamnya.

"Ini adalah pengalaman budaya yang unik dan belum pernah saya rasakan di Italia. Pengalaman ini membuat saya semakin jatuh cinta pada budaya tradisional Tiongkok," ujarnya. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Bangunan Sekolah Dasar di K...
Megapolitan
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Be...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.