Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

HKTI Salurkan Bantuan Rp1 Miliar ke Pemalang dan Bandung Barat, Fokus Ringankan Beban Korban Bencana

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 04:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
HKTI Salurkan Bantuan Rp1 Miliar ke Pemalang dan Bandung Barat, Fokus Ringankan Beban Korban Bencana Doc: Antara
Ket. Mobil-mobil pengangkut bantuan dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) diberangkatkan dari Jakarta menuju ke daerah terdampak bencana di Pemalang dan Bandung Barat pada Selasa (10/2).

Jakarta - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengirimkan bantuan senilai Rp1 miliar bagi korban bencana di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Pada acara pelepasan bantuan di Kantor HKTI Jakarta pada Selasa (10/2), Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional HKTI Sudaryono menyampaikan bahwa bantuan tersebut dikirimkan menggunakan sepuluh truk, lima truk ke Pemalang dan lima truk ke Bandung Barat.

"Total yang kita kirimkan masing-masing sekitar Rp500 juta setiap wilayah. Jadi kali dua, jadi ada Rp1 miliar lebih kita kirimkan pada sore hari ini, untuk meringankan beban penderitaan dari saudara-saudara kita yang terkena musibah di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Pemalang," kata Sudaryono, yang juga menjabat sebagai wakil menteri pertanian.

Menurut dia, bantuan awal untuk korban bencana tersebut berasal dari pengurus HKTI dan beberapa mitra.

"Mungkin di awal-awal dulu kita bantu, paling tidak bantuan kedaruratan pangan, selimut, hal-hal yang bersifat kedaruratan. Kalau sekarang lebih ke fokus ke bantuan-bantuan yang kedaruratan," katanya.

HKTI sebelumnya juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sudaryono menyampaikan bahwa​​​​​​ HKTI juga berkomitmen mengawal pelaksanaan program rehabilitasi di daerah terdampak bencana, yang mencakup pemulihan lahan pertanian.

Berdasarkan hasil peninjauan daerah terdampak bencana di Pemalang dan Bandung Barat, dia mengatakan bahwa lahan miring di daerah itu tidak ditanami tanaman keras sehingga rawan mengalami erosi.​​​​​​​

HKTI mendorong penanaman tanaman keras di sela tanaman hortikultura milik petani guna melindungi lahan dan meningkatkan produktivitas lahan.

Tanaman keras seperti kopi, durian, dan kelengkeng yang memiliki akar kuat dan dalam dinilai efektif untuk membantu mencegah erosi tanah.

Menurut ​​​​​​​HKTI, program rehabilitasi lahan pertanian di daerah terdampak bencana bisa dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Lima Warkop di Surabaya Ken...
Ekonomi
Riset Paramadina: Kewajiban...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.