Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI Jadi Motor Inovasi Kamera Galaxy S Series, Samsung Siap Pimpin Era Baru Mobile Photography 2026

3 Rabu, 11 Feb 2026, 20:35 WIB | Oleh:
AI Jadi Motor Inovasi Kamera Galaxy S Series, Samsung Siap Pimpin Era Baru Mobile Photography 2026 AI Jadi Motor Inovasi Kamera Galaxy S Series, Samsung Siap Pimpin Era Baru Mobile Photography 2026 Doc: Samsung Electronics Indonesia
Ket. Integrasi teknologi fungsi AI pada Kamera Samsung menghadirkan keleluasaan bagi pengguna untuk mengeksplorasi berbagai dimensi kreativitas dalam pembuatan konten.

JAKARTA – Mobile photography memasuki fase baru, di mana berperan sebagai teknologi pendukung yang semakin memperkaya kemampuan kamera smartphone. AI tidak hanya membantu pada tahap pengambilan gambar, tetapi juga mengoptimalkan proses pengolahan dan penyuntingan foto.

Sejalan dengan itu, Samsung terus mengembangkan inovasi kamera pada Galaxy S Series untuk membantu pengguna menangkap momen dan menciptakan konten secara lebih cepat, praktis, dan intuitif.

“Kualitas foto dari smartphone kini semakin sempurna dengan adanya kombinasi antara hardware dan software yang mumpuni. Lebih dari pengembangan teknologi lensa dan sensor kamera, Samsung terus konsisten meningkatkan kecerdasan AI di dalamnya,” kata Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, melalui keterangannya pada hari Rabu (11/2).

“Semua itu dilakukan karena kami ingin siapa saja bisa mendapatkan foto yang bagus dan berkreasi dengan mudah. Oleh karena itu, kami berupaya menghadirkan pengalaman yang responsif melalui berbagai kecanggihan AI di fitur kamera terdepan,” imbuhnya.

Bagaimana perjalanan AI di kamera Samsung membantu kreativitas pengguna?

Tren kamera smartphone di 2026 menunjukkan bahwa AI telah mengambil alih peran utama[1]. Fungsi AI kini bergerak dari pemrosesan gambar pasif (seperti HDR otomatis) menjadi kemampuan generatif aktif (Generative Fill & Real-time Editing). Perhatian pun bergeser ke bagaimana AI memahami scene, subjek, dan kebutuhan pengguna, serta membantu menyempurnakan hasil akhir, termasuk pada tahap editing.

Di Indonesia, tren ini terasa relevan karena smartphone menjadi perangkat utama untuk: membuat konten media sosial, merekam momen keluarga, memotret dalam kondisi menantang seperti low light, dan menghasilkan video yang stabil tanpa perangkat tambahan.

Sejak memperkenalkan deteksi pemandangan cerdas (scene detection) pada 2018, Samsung konsisten mengembangkan kemampuan Computational Photography di setiap smartphone flagship-nya. Evolusi ini membuktikan bahwa bagi Samsung, AI adalah solusi jangka panjang yang menyempurnakan pengalaman pengguna, mulai dari mengabadikan momen hingga mengedit hasil tangkapan gambar.

Seperti apa jejak inovasi AI di kamera Samsung?

Samsung mengembangkan kemampuan kamera berbasis AI secara bertahap untuk menjawab kebutuhan pengguna di berbagai era: Era Awal (Deteksi Cerdas - Galaxy S9 & Galaxy S20): Di masa ini, tantangan utama pengguna adalah menangkap momen yang bergerak cepat dan mengambil gambar dari jarak yang jauh.

Samsung menjawabnya lewat Galaxy S9 dengan fitur Super Slow-mo yang mampu mendeteksi gerakan secara otomatis. Kemudian, Galaxy S20 Ultra hadir dengan inovasi AI Space Zoom 100x pertama yang memungkinkan pengguna melihat detail yang tak terjangkau mata telanjang.

Era Stabilisasi & Portrait (Galaxy S21 Series & S22 Series): Seiring maraknya tren vlogging dan foto portrait di media sosial, fokus inovasi beralih ke kualitas video dan subjek manusia. AI dimanfaatkan untuk menganalisis gerakan di fitur Super Steady agar rekaman video tetap mulus walau pengguna tidak pakai gimbal tambahan. AI juga hadir untuk menyempurnakan Skin Tone yang natural pada mode Portrait guna membuat setiap foto profil terlihat profesional.

Era Nightography & ProVisual (Galaxy S23 Series hingga Galaxy S25 Series): Merespons gaya hidup di malam hari yang dinamis, Galaxy S23 Ultra mengusung sensor kamera 200MP dengan pemrosesan AI untuk Nightography yang detail.

Puncaknya, Galaxy S24 Series dan Galaxy S25 Series hadir dengan ProVisual Engine, yakni mesin AI komprehensif yang dilatih dengan lebih dari 400 juta dataset. Teknologi ini mendukung penggunaan fitur canggih seperti Photo Assist dan Generative Edit yang memberi kebebasan penuh bagi pengguna untuk mengedit karya mereka.

Apa yang menjadi fokus Samsung dalam mengembangkan fungsi AI di 2026?

Tren mobile photography diprediksi akan semakin didominasi oleh kemampuan Generative AI yang fokus pada: kecepatan (responsif untuk kebutuhan real-time), kemudahan (editing lebih intuitif), dan personal (hasil yang lebih sesuai dengan keinginan pengguna)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mantan Menlu Maladewa Ditan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BREAKING NEWS: Kacau, AFC Mundurkan Piala Asia ke Bulan Desember 2027

BREAKING NEWS: Kacau, AFC Mundurkan Piala Asia ke Bulan Desember 2027

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.