Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembenahan Ruang Perawatan di RSMM Timika Sesuai Ketentuan KRIS

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 22:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembenahan Ruang Perawatan di RSMM Timika Sesuai Ketentuan KRIS Doc: Antara
Ket. Direktur RSMM Mimika Hendry Roy.

Timika - Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Papua Tengah terus membenahi ruang perawatan guna memenuhi ketentuan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang ditetapkan pemerintah.

Direktur RSMM Mimika Hendry Roy di Timika, Selasa, mengatakan hingga saat ini tiga ruangan di rumah sakit tersebut telah direnovasi sesuai ketentuan KRIS.

"Kita telah renovasi ruang perawatan khusus Intensive Care Unit (ICU), ruang perawatan kebidanan, dan ruang perawatan anak sesuai KRIS," katanya.

Ia mengatakan, ada 12 kriteria KRIS yang harus dipenuhi, meliputi kualitas bangunan, ventilasi dan pencahayaan, kelengkapan tempat tidur, pengaturan suhu ruangan, pembagian ruang dan kepadatan maksimal per ruangan, penggunaan tirai, ketersediaan kamar mandi, aksesibilitas kamar mandi, serta outlet oksigen.

Pihaknya terus berupaya memenuhi standar KRIS pada seluruh ruang perawatan sampai batas waktu hingga 2 Juni 2026.

Saat ini masih dilakukan renovasi pada ruang perawatan penyakit dalam dan akan dilanjutkan secara bertahap ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta ruang perawatan lainnya setelah tahap tersebut selesai.

Selain itu, masih ada beberapa hal kecil seperti perbaikan beberapa toilet dan gorden yang terus dilakukan.

"Sudah sekitar 70 persen ruangan sesuai kriteria KRIS. Dengan renovasi ini kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan sepenuh hati kepada masyarakat,” kata Hendry.

Ia menambahkan, RSMM Timika didirikan oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Irian Jaya (LPMI) yang kini telah berganti nama menjadi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

RSMM merupakan rumah sakit tipe C dengan kapasitas 128 tempat tidur dan didukung empat layanan spesialis yakni spesialis bedah, spesialis anak, spesialis kebidanan dan kandungan, serta spesialis penyakit dalam.

“Total tenaga medis yang kami miliki saat ini terdiri dari 15 dokter spesialis, 12 dokter umum, dan 300 tenaga perawat,” ujarnya.

Menurut dia, RSMM telah memberikan kontribusi besar dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat, khususnya suku asli Mimika yaitu Suku Amungme dan Kamoro, serta lima kekerabatan suku Papua lainnya, yakni Mee, Moni, Dani, Damal, dan Nduga.

Seluruh biaya pengobatan dan perawatan pasien dari tujuh suku tersebut ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan, dengan premi atau iuran yang dibayarkan oleh YPMAK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.