Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Kabupaten Tangerang Imbau Masyarakat Tak Makan Ikan yang Terpapar Bahan Kimia di Sungai Cisadane

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 20:36 WIB | Oleh:
Dinkes Kabupaten Tangerang Imbau Masyarakat Tak Makan Ikan yang Terpapar Bahan Kimia di Sungai Cisadane Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
Ket. Warga menunjukan ikan hasil tangkapan dari aliran Sungai Cisadane yang tercemar bahan kimia pestisida.

KABUPATEN TANGERANG, BANTEN - Imbas cemaran lingkungan dari bahan kimia pestisida di aliran Sungai Cisadane, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, meminta agar masyarakat di daerah itu untuk tidak mengkonsumsi ikan yang mati terpapar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi di Tangerang, Selasa (10/2), menyampaikan bahwa larangan ini disampaikan atas dasar bahaya yang akan ditimbulkan dari ikan yang mati mendadak.

Pasalnya, kata dia, sebagai mana diketahui penyebab kematian dari ikan-ikan itu diakibatkan oleh paparan bahan kimia dari gudang pestisida di Tangerang Selatan hingga mencemari aliran Sungai Cisadane tersebut.

"kalau risiko jangka panjang zat kimia ini salah satunya menimbulkan kanker, kalau masuk ke lambung jadi kanker usus," ujarnya.

Ia menyarankan, bagi masyarakat sekitar bantaran Cisadane yang melingkupi wilayah Cisauk, Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji dan Sepatan untuk sementara tidak mengkonsumsi ikan sungai sebelum ada pemeriksaan laboratorium lebih lanjut oleh pemerintah.

"Kita berharap agar masyarakat tidak konsumsi ikan yang terpapar di sungai terlebih dahulu, karena kita belom pasti benar-benar aman," ungkap dia.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menyebutkan bahwa dugaan cemaran aliran kali di Serpong berasal dari gudang penyimpanan bahan kimia pestisida di Taman Tekno, Kecamatan Setu pada Senin.

Kepala Seksi (Kasie) Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel Hadiman di Tangerang, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelusuran lapangan ditemukan adanya sumber pencemaran yang berasal dari cairan kimia. "Iya dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida," ucapnya.

Menurutnya, cairan kimia tersebut berasal dari gudang penyimpanan pestisida yang ada di Kota Tangerang Selatan. Dimana, gudang itu terjadi kebakaran sehingga sejumlah bahan kimia dilakukan penyemprotan oleh Damkar dan tersebar ke bantaran kali.

Akibat kondisi tersebut, kondisi aliran kali mengalami perubahan warna dan berbau. Bahkan, ikan yang berada dalam aliran kali itu mengambang mati akibat terpapar cairan pestisida dari lokasi gudang penyimpanan yang kebakaran.

"Akibatnya bahan cairan kimia terbawa arus hingga mengalir ke anak kali yang berwarna putih dengan aroma menyengat. Jadi dia (lokasi yang kebakaran) enggak ada produksi," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Megapolitan
Blok Busana Tanah Abang Fav...
Megapolitan
Waspada Pengguna Motor Spor...
Advertisement
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.