Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Perkuat Ruang Kolaborasi dengan Luncurkan Radio Ekraf di Bandung

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 20:25 WIB | Oleh:
Kemenekraf Perkuat Ruang Kolaborasi dengan Luncurkan Radio Ekraf di Bandung Doc: ANTARA/Rubby Jovan
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar (kiri) bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (kanan) saat melakukan siaran pada program Radio Ekraf di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/2).

KOTA BANDUNG - Perkuat dunia penyiaran sebagai ruang kolaborasi serta pengembangan talenta lokal, Kementerian Ekonomi Kreatif meluncurkan program Radio Ekraf 2026 di Bandung.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan radio kini tidak lagi diposisikan semata sebagai media penyiaran, melainkan sebagai fondasi ekosistem yang mendorong pertumbuhan kreativitas dan penguatan jaringan pelaku industri kreatif.

“Radio tidak lagi hanya menjadi media siaran, tetapi juga fondasi ekosistem yang mendukung pertumbuhan kreativitas sekaligus penguatan jejaring pelaku ekonomi kreatif,” kata Irene di Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/2).

Irene menilai pendekatan kolaboratif serta konvergensi dengan platform digital dapat menjadikan radio sebagai launchpad bagi insan kreatif sekaligus membuka peluang pengembangan model bisnis yang berkelanjutan.

“Dalam konteks ini, radio memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari 'the new engine of growth' ekonomi kreatif, khususnya di daerah,” ujarnya.

Ia mengatakan program Radio Ekraf juga diarahkan untuk menjadikan radio sebagai simpul strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga etalase karya kreatif, ruang berbagi pengetahuan, serta media promosi bagi UMKM dan komunitas lokal.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pelaksanaan Radio Ekraf sejalan dengan karakter Bandung sebagai kota kreatif yang memiliki ekosistem radio yang kuat.

Menurut dia, penguatan ekosistem penyiaran perlu dibarengi dengan pengembangan sumber daya manusia, kepatuhan terhadap regulasi, serta kepekaan terhadap isu sosial.

“Radio telah lama menjadi ruang ekspresi berbagai komunitas dan berperan membentuk dinamika komunikasi serta kreativitas masyarakat Kota Bandung,” katanya.

Ia berharap melalui Radio Ekraf, penyiaran lokal dapat terus tumbuh adaptif terhadap perubahan serta berkontribusi terhadap keberlanjutan industri kreatif di daerah.

“Radio harus bertransformasi, tapi juga harus tetap menjaga fungsinya sebagai media yang resilien. Dalam situasi krisis, radio terbukti efektif menenangkan masyarakat dan melawan disinformasi,” katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.