Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hampir Seabad Berkarya, Batik Keris Padukan Warisan Budaya dan Teknologi Lewat Shopee

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 00:28 WIB | Oleh:
Hampir Seabad Berkarya, Batik Keris Padukan Warisan Budaya dan Teknologi Lewat Shopee Doc: Batik Keris
Ket. Proses pembuatan kain batik di Batik Keris. Jenama ini membuktikan merek legendaris tetap relevan di era digital dengan memadukan nilai heritage dan teknologi melalui strategi modern classic serta penguatan kanal digital bersama Shopee.

JAKARTA - Gempuran tren fesyen yang kian kompleks serta pergeseran preferensi konsumen menuju gaya yang lebih modern dan digital, tidak membuat jenama asal Solo, Batik Keris kehilangan relevansinya. Justru, predikat “legendaris” menjadi fondasi bagi merek tekstil yang telah berkarya hampir satu abad ini, untuk terus beradaptasi dan berkembang mengikuti perubahan zaman.

Tanpa meninggalkan akar tradisi, Batik Keris membuktikan konsistensinya lewat harmonisasi pendekatan nilai budaya (heritage) dan teknologi (tech) dengan memperkuat eksistensinya di pasar digital bersama Shopee.

"Sejak awal, Batik Keris meyakini bahwa batik tidak boleh berhenti sebagai artefak budaya. Batik harus terus hidup, dipakai, dirayakan, dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kami memahami bahwa keberlanjutan sebuah merek legendaris sangat bergantung pada kemampuannya menyinkronkan ritme sejarah dengan derap teknologi,” kata Direktur Batik Keris, Andy Rusli melalui siaran pers pada hari Jumat (8/2).

“Bertahan saja sudah merupakan sebuah pencapaian, namun Batik Keris memilih untuk melangkah lebih jauh. Upaya kami adalah untuk terus berkembang dengan membaca perubahan perilaku konsumen, memanfaatkan kanal distribusi modern, serta menjaga keseimbangan antara inovasi dan autentisitas,” tambahnya.

Dari Warisan ke Masa Depan: Strategi Batik Keris Menjaga Relevansi

Nama ‘Keris’ pertama kali digunakan pada tahun 1947 oleh generasi pertama keluarga pendiri, Bapak Kasom Tjokrosaputro. Berangkat dari latar belakang keluarga pedagang batik sejak era 1920-an, beliau memulai usaha sendiri dengan semangat sederhana: menghadirkan batik yang bernilai tinggi, layaknya makna ‘keris’ sebagai simbol pusaka Jawa yang sarat kehormatan, kekuatan, dan seni. 

Di masa awal berdirinya, Batik Keris masih berupa industri rumahan dengan produksi belasan potong batik tulis per-bulan. Dari tangan ke tangan, dari helai kain ke kain, nilai tradisi itu dijaga dengan penuh ketelatenan, hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi industri besar yang mempekerjakan lebih dari 1.500 karyawan saat ini. Kini, setiap langkahnya sukses membawa Batik Keris sebagai salah satu pelopor batik modern dan menjelma menjadi salah satu pilar sejarah tekstil Nusantara. 

Meski berjaya di pasar offline dengan lebih dari 80 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, estafet perjuangan terus berlanjut hingga generasi penerusnya. Keinginannya untuk tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di dunia digital, menjadi roda motivasi untuk terus berkembang.

Langkah-langkah heritage tech dalam menjaga relevansi budaya di era modern tersebut diwujudkan melalui komitmen yang mencakup tiga hal sebagai berikut:

Ciptakan Koleksi Modern Classic ala Batik Keris

Setiap koleksi Batik Keris lebih dari sekadar busana; ini adalah bentuk penghormatan terhadap warisan yang tetap hidup di era modern. Dengan filosofi Modern Classic  berkonsep ready-to-wear, setiap desain, warna, dan siluet dirancang agar batik terasa cocok untuk semua kalangan, mulai dari anak sekolah hingga pekerja, pasangan hingga keluarga. Walaupun setiap koleksi dibuat terbatas, Batik Keris terus berusaha menjaga eksklusivitas dan menghadirkan keistimewaan setiap pemakainya.

Loyalitas Pelanggan Lewat Kualitas Premium

Salah satu rahasia di balik loyalitas pelanggan Batik Keris selama puluhan tahun adalah kualitasnya yang tak tertandingi. Keunikan Batik juga terletak pada integritas sistem produksinya yang dikelola secara vertikal dari hulu ke hilir. Mulai dari pengembangan kain (katun kualitas ekspor, rayon, sutra, hingga viscose), proses kreatif motif oleh desainer internal (in-house designer), pembatikan, penjahitan, hingga distribusi ke seluruh jaringan toko, semuanya dilakukan dengan standar kualitas yang ketat.

"Kualitas kami ini terbukti, karena memang banyak pelanggan yang datang kembali ke toko mengenakan baju Batik Keris yang mereka beli 20 atau 25 tahun lalu, dan warnanya tetap bagus. Bahkan beberapa anak muda mengenakan baju Batik Keris turunan dari orang tuanya" tambah Andy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.