Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudan-Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Bidang Pendidikan

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 16:48 WIB | Oleh:
Sudan-Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Bidang Pendidikan Doc: PEXELS/LARA JAMESON

JAKARTA - Pemerintah Sudan membuka peluang kerja sama luas dengan Indonesia, khususnya di bidang bisnis, budaya, dan pendidikan.

Pernyataan ini disampaikan Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Dr. Yassir Mohammed Ali, saat temu media di Jakarta, Rabu (4/2).

Dubes Yassir mengatakan, upaya tersebut bertujuan memperkuat hubungan ekonomi dan sosial kedua negara sekaligus mendukung stabilitas nasional Sudan.

"Pemerintah Sudan terus berupaya meningkatkan stabilitas nasional demi memperkuat kolaborasi tersebut," ujarnya.

Ia menekankan sejarah panjang hubungan Indonesia–Sudan, termasuk peran ulama Sudan, seperti Syekh Ahmad Surkati, yang berdakwah di Indonesia lebih dari seabad lalu.

Syekh Ahmad Surkati adalah ulama asal Sudan yang sebelumnya mengajar di Masjidil Haram, Mekkah. Dia datang ke Indonesia pada 1912, mendirikan organisasi dakwah dan pendidikan Al Irsyad, serta ikut memperkuat semangat perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.

Ketika wafat pada 1943, Presiden Sukarno datang melayat dan mengantar jenazahnya ke pemakaman, sebagai bentuk penghormatan negara.

Dubes Yassir mendorong kerja sama di bidang pendidikan, meliputi pertukaran mahasiswa, beasiswa, dan penelitian, serta di bidang budaya melalui pertukaran seni dan promosi warisan budaya.

Ia mengatakan jumlah mahasiswa Sudan yang belajar di Indonesia masih relatif terbatas.

"Untuk angkanya belum ada angka resmi yang dikeluarkan," ujar dia.

Jumlah mahasiswa Indonesia yang saat ini terdata belajar di Sudan sekitar 838 orang. Data ini berasal dari laporan Persatuan Pelajar Indonesia di Sudan (PPI Sudan) yang mencatat jumlah pelajar Indonesia yang terdaftar di negara itu sebelum dan saat konflik berlangsung.

Di sektor bisnis, peluang investasi dan perdagangan terus diperluas, khususnya di energi, pertanian, dan perdagangan umum.

Terkait perdagangan bilateral, Dubes Yassir menyebut nilainya masih relatif kecil, kurang dari 50 juta dolar AS (sekitar 839,4 miliar rupiah). Indonesia mengekspor pakaian, kosmetik, farmasi, dan minyak sawit, sementara Sudan mengekspor kacang, wijen, dan kapas.

“Volume perdagangan masih kecil, sehingga potensi peningkatan sangat besar. Pemerintah Sudan mengundang investor Indonesia untuk menanamkan investasi dan siap memfasilitasi kebutuhan terkait lahan, izin, dan keamanan,” kata dia. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Megapolitan
Jakarta Diprediksi Berawan ...
Olahraga
Makin Dekat ke Gelar Juara,...
Olahraga
Ronaldo Kirim Pesan untuk M...
Ekonomi
INACRAFT October Vol. 5 Dor...
Ekonomi
Layanan Penukaran Rupiah La...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.