Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sifat Edukasi Warnai Operasi Keselamatan Jaya

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 04:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sifat Edukasi Warnai Operasi Keselamatan Jaya Doc: ANTARA/HO-Ditlantas Polda Metro Jaya.
Ket. Anggota Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan pendekatan edukatif dan humanis dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2026 di SMA Negeri 91, Jakarta Timur, Senin (2/2).

JAKARTA – Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menyatakan bahwa operasi keselamatan Jaya menekankan sisi edukasinya. Satgas Preemtif Polda Metro Jaya mengawali Operasi Keselamatan Jaya 2026 dengan pendekatan edukatif dan humanis. Sasarannya lingkungan pendidikan dan ruang publik. Ini menyangkut sekolah hingga fasilitas publik. Salah satunya Stasiun Juanda.

“Pendekatan humanis dan komunikatif kami terapkan untuk memperkuat pemahaman keselamatan jalan raya. Pelajar, pengguna transportasi publik, serta masyarakat umum, kami edukasi langsung mengenai pentingnya perilaku tertib berlalu lintas guna menekan risiko kecelakaan,” katanya, di Jakarta, Senin (2/2).Komarudin, menyebutkan keselamatan berlalu lintas tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan aktif masyarakat, termasuk pelajar sebagai generasi muda.

“Karena itu, edukasi yang menyasar lingkungan sekolah dan ruang publik dinilai efektif untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini,” ujar Komarudin. Melalui operasi tersebut, dia menginginkan agar kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Maka, edukasi di sekolah dan area publik menjadi upaya strategis untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Operasi Keselamatan Jaya 2026 akan berlangsung hingga pertengahan Februari dan digelar di sejumlah titik strategis dengan menyasar pelajar, pengguna transportasi publik, serta masyarakat umum,” tutur Komarudin. Dia pun berharap pelaksanaan operasi tersebut dapat menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyebutkan sejumlah sasaran dalam penyelenggaraan Operasi Keselamatan Jaya yang berlangsung selama 14 hari, dari tanggal 2 sampai dengan 15 Februari di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. “Beberapa target belakangan ini fenomena yang muncul, di antaranya pengendara-pengendara yang melawan arus,” jelas Komarudin.

Kemudian, pengemudi yang melebihi batas kecepatan, pengendara yang masih di bawah umur, penggunaan helm SNI, termasuk penggunaan knalpot brong dan penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai. “TNKB kementerian atau lembaga yang digunakan, banyak kita temukan. Ini pun akan kita sasar,” ujar Komarudin. Sasaran selanjutnya, penggunaan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara dan pengendara dalam pengaruh alkohol. 

Tekan Tawuran

Sementara itu, Polres Metro Jakarta Timur menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026 dengan fokus utama menekan tawuran serta berbagai bentuk penyakit masyarakat yang kerap meresahkan warga. “Operasi ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan gangguan kamtibmas, khususnya tawuran dan penyakit masyarakat,” kata Wakapolres Metro Jakarta Timur, AKBP Achmad Akbar, Senin.

Operasi Pekat Jaya 2026 merupakan bagian dari instruksi terpusat Polda Metro Jaya yang dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk Jakarta Timur. Operasi tersebut dilaksanakan selama 15 hari, mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Pelaksanaan operasi dilakukan dengan dukungan jajaran Polda Metro Jaya serta bersinergi bersama Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Kodim 0505 Jakarta Timur.

Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan upaya pencegahan dan penindakan berjalan efektif di lapangan. Menurut Akbar, untuk mencapai tujuan tersebut, Polres Metro Jakarta Timur telah menyiapkan strategi. Misalnya, langkah preventif melalui imbauan dan penyuluhan masyarakat guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sejak dini.

“Upaya pencegahan kami lakukan dengan mengedepankan imbauan dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam perilaku yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” jelas Akbar. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.