Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siarkan Piala Dunia 2026, TVRI Siapkan Komentator yang Mumpuni dalam Persepakbolaan

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 18:09 WIB | Oleh:
Siarkan Piala Dunia 2026, TVRI Siapkan Komentator yang Mumpuni dalam Persepakbolaan Doc: ANTARA/Donny Aditra
Ket. Kegiatan Dialog Meja Bundar bertema "Piala Dunia 2026, pers, dan peradaban publik kita, siaran olahraga sebagai ruang edukasi, literasi, dan penguatan nilai kepublikan" yang diselenggarakan di Auditorium Bung Karno LPP TVRI, Jakarta, Selasa (3/2).

JAKARTA - Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) telah menyiapkan daftar calon komentator mumpuni untuk mendukung kualitas siaran Piala Dunia 2026 pada 11 Juni - 19 Juli.

Hari ini TVRI menggelar Dialog Meja Bundar bertema "Piala Dunia 2026, pers, dan peradaban publik kita, siaran olahraga sebagai ruang edukasi, literasi, dan penguatan nilai kepublikan" di Auditorium Bung Karno LPP TVRI, Jakarta.

"Diskusi ini memang gagasan kami, yang bertujuan untuk mendapatkan masukan, kritik, supaya siaran kami secara teknis diminati masyarakat, diapresiasi oleh masyarakat," kata Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI Usman Kansong di Jakarta, Selasa (3/2).

Usman menjelaskan langkah memilih komentator yang berkompeten ditempuh agar siaran olahraga tidak hanya menarik secara hiburan, tapi juga memiliki nilai edukasi untuk publik.

Dia mengatakan, saat ini TVRI telah mengantongi puluhan nama calon komentator yang sebagian dari kalangan pemain dan mantan pemain sepak bola nasional.

Menurut dia, kehadiran figur yang memahami permainan secara mendalam diharapkan memberikan perspektif yang lebih kaya kepada penonton.

TVRI juga menaruh perhatian kepada kemampuan komunikasi para calon komentator.

Artikulasi yang jelas dan cara penyampaian yang mudah dipahami menjadi pertimbangan penting agar pesan yang disampaikan diterima oleh masyarakat.

Usman menambahkan, siaran Piala Dunia 2026 adalah momentum TVRI untuk menjalankan peran host broadcaster yang berkontribusi bagi penguatan nilai kepublikan.

Melalui siaran olahraga, TVRI ingin menghadirkan ruang edukasi yang mendorong literasi, pembentukan karakter, dan pengembangan peradaban publik.

Dia menegaskan, masukan dari berbagai pihak dalam dialog itu akan menjadi bahan evaluasi untuk mematangkan konsep siaran, termasuk pemilihan komentator, agar Piala Dunia 2026 disajikan secara berkualitas dan bermakna bagi masyarakat Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.