Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Wujud Keberpihakan Presiden Prabowo pada Pendidikan

3 Senin, 02 Feb 2026, 07:12 WIB | Oleh:
Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Wujud Keberpihakan Presiden Prabowo pada Pendidikan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Wujud Keberpihakan Presiden Prabowo pada Pendidikan Doc: Antara Foto
Ket. Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih.

 Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih memandang kehadiran Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda merupakan terobosan baru yang menjadi salah satu wujud keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap kemajuan pendidikan nasional.

Menurut Fikri, latar belakang militer Presiden tidak menyurutkan perhatiannya terhadap dunia akademis.

"Kalau Pak Presiden bukan dari kalangan pendidikan, tetapi konsentrasi tentang pendidikan, perhatian tentang pendidikan luar biasa, sekarang bahkan diprotes gara-gara dia bikin terobosan-terobosan baru,” kata dia dikutip di Jakarta, Senin.

Menurut Fikri, Presiden memiliki visi yang sangat spesifik untuk mengejar ketertinggalan bangsa.

Inisiatif program seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, kata dia menambahkan, menjadi bukti bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, meskipun pendekatan yang dilakukan berbeda dari pemerintahan sebelumnya.



Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk masyarakat prasejahtera dan melibatkan koordinasi lintas kementerian dengan pendekatan bantuan sosial.

"Sekolah Rakyat leading sektornya bukan Kemendikdasmen, bahkan Kementerian Sosial, kenapa? Karena, pendekatannya miskin. Jadi dari desil 1, desil 2, pokoknya yang miskin-miskin bahkan miskin ekstrem,” kata Fikri menjelaskan.

Sementara itu, ucapnya melanjutkan, untuk menjaring bibit-bibit unggul bangsa, pemerintah menyiapkan Sekolah Garuda. Program tersebut disiapkan sebagai inkubator bagi siswa-siswa jenius untuk menembus perguruan tinggi kelas dunia, dengan fokus utama pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

"Beliau bikin skema baru namanya Sekolah Garuda. Sekolah Garuda itu sekolah SLTA, SMA, atau SMK, tapi yang terhubung dengan perguruan tinggi karena anak-anak pintar itu harus terhubung dengan perguruan tinggi, perguruan tingginya tidak hanya di dalam negeri, bahkan di luar negeri," ucapnya.



Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX itu juga menyoroti visi Presiden yang ingin mengubah orientasi pendidikan Indonesia agar lebih fokus pada penguasaan teknologi terapan. Hal itu didasari oleh kekhawatiran bahwa Indonesia semakin tertinggal dari negara-negara maju, seperti Tiongkok, terutama dalam industri teknologi dan kendaraan listrik yang kini membanjiri jalanan Jakarta.

"Negara-negara lain sekarang Amerika atau China ya luar biasa. Ratusan ribu anak-anak China itu sekolahnya teknologi engineering. Jadi siap-siap makanya anak-anak nanti enggak bisa kemudian nge-game terus, begitu enggak bisa," kata Fikri.

Ia lalu mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk mendukung pemerintah dan ikut memajukan pendidikan nasional.

Fikri menyampaikan salah satu contoh keikutsertaan masyarakat dalam memajukan pendidikan nasional adalah inisiatif inspiratif seorang bidan di perbatasan Sebatik yang mendirikan "Sekolah Tapal Batas" bagi anak-anak pekerja sawit yang tidak terjangkau layanan negara.

"Ada warga negara yang peduli, contoh anak-anak pekerja sawit itu. Kalau misalnya pemerintahnya belum menjangkau kemudian kita enggak peduli dengan pendidikan anak kita, bahaya tuh anak kita nanti," kata dia.

Fikri pun menekankan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan peran aktif semua pihak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Harga Cabai Rawit Rp93.650/Kg, Telur Ayam Rp29.300/Kg

43 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp93.650/...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.