- Home
-
- Luar Negeri
-
- Menlu Iran: Negosiasi Nukl...
Menlu Iran: Negosiasi Nuklir dengan AS Masih Mungkin Dilakukan
Senin, 02 Feb 2026, 11:00 WIBISTANBUL - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Minggu (1/2) mengatakan perundingan nuklir yang bermakna dengan Amerika Serikat (AS) masih mungkin dilakukan jika rasa saling percaya Iran dapat dipulihkan.
Namun, Abbas Araghchi sekaligus memperingatkan bahwa setiap konfrontasi militer dalam bentuk apa pun akan melebar dan menyeret kawasan yang lebih luas.
Dalam wawancara dengan CNN International, Menlu Iran mengatakan ia tidak mengkhawatirkan perang, melainkan risiko salah perhitungan yang dipicu oleh informasi keliru serta upaya pihak luar yang mendorong Washington menuju konflik.
Araghchi menyatakan Iran telah kehilangan kepercayaan terhadap AS sebagai mitra perundingan. Meski demikian, sejumlah negara di kawasan berperan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dan membantu membangun kembali kepercayaan tersebut.
âSayangnya, kami telah kehilangan kepercayaan terhadap Amerika Serikat sebagai mitra perundingan,â kata Araghchi. âKami perlu mengatasi ketidakpercayaan ini.â
Ia menilai pertukaran komunikasi yang berlangsung saat ini bersifat âproduktifâ dan dapat mempersiapkan landasan bagi perundingan yang lebih substansial.
Araghchi menekankan bahwa fokus seharusnya ditempatkan pada substansi perundingan, bukan pada formatnya, dan tidak mempermasalahkan apakah kontak tersebut langsung atau tidak langsung.
Merujuk pada tujuan Presiden AS Donald Trump untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, Araghchi mengatakan Teheran sependapat dengan tujuan tersebut.
âKarena itu, saya melihat adanya kemungkinan pembicaraan lanjutan jika tim perunding Amerika Serikat mengikuti apa yang disampaikan Presiden Trump,â ujarnya. âYakni mencapai kesepakatan yang adil dan setara untuk memastikan tidak ada senjata nuklir.â
âNamun tentu saja, sebagai imbalannya kami mengharapkan pencabutan sanksi,â tambahnya.
Araghchi menolak perluasan agenda perundingan yang mencakup program rudal balistik Iran atau kelompok-kelompok sekutu regionalnya. Ia mengatakan para perunding tidak seharusnya mengejar hal-hal yang âtidak mungkin.â
Terkait kemungkinan perang dengan AS, ia mengatakan konflik semacam itu akan menjadi âbencana bagi semua pihak.â Menurutnya, karena pangkalan militer AS tersebar di berbagai negara di kawasan, pertempuran tidak terelakkan akan melibatkan banyak negara.
Araghchi mengatakan Iran telah mengambil pelajaran dari konflik sebelumnya dengan Israel dan telah menguji kemampuan rudalnya dalam pertempuran nyata, sehingga meningkatkan pemahaman atas kekuatan dan kelemahannya.
âSaya kira kami kini sangat siap. Namun, kesiapan tidak berarti kami menginginkan perang,â katanya. âKami ingin mencegah perang.â
Menanggapi kekhawatiran yang disampaikan Trump terkait para tahanan di Iran, Araghchi membantah adanya rencana pelaksanaan hukuman mati yang terkait dengan kerusuhan baru-baru ini.
Menlu Iran itu mengatakan hak seluruh orang yang ditangkap dan ditahan akan dihormati dan dijamin.
- Konflik AS-Iran
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump Ancam Kembali Serang Iran Setelah Kedua Musuh Bebuyutan itu Baku Tembak
-
El Nino Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
-
DPRD DKI Jakarta Terima 21 Ribu Usulan Selama Masa Reses, Kelurahan Diminta Perkuat Siskamling
-
Senat AS Tolak Resolusi untuk Akhiri Perang di Iran
-
Memanas Lagi, AS dan Iran Saling Serang untuk Pertama Kalinya Setelah Sebulan Jeda
-
Tutup Muktamar NU, Prabowo Ungkap Kalau Indonesia Tolak Pinjaman IMF karena Masih Mampu
-
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Lubricants Gelar GASPOL! Ganti Oli Spesial Ojek Online
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.