Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Wamenkomdigi Ingatkan Risiko Ancaman Siber di Era AI

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada! Wamenkomdigi Ingatkan Risiko Ancaman Siber di Era AI Doc: Komdigi
Ket. Wamenkomdigi Nezar Patria saat membuka Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026).

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan masyarakat bahwa ancaman siber di era artificial intelligence (AI) kini menyasar langsung kehidupan warga.

Ia mengatakan, risiko tidak lagi terbatas pada sistem besar, tetapi menyentuh rekening, identitas, dan perangkat pribadi sehari-hari.

“Sekarang serangan tidak selalu butuh klik. Ada zero click attack. Pesan masuk saja sudah cukup membuat malware bekerja,” kata Wamen Nezar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Wamen Nezar menjelaskan, AI mengubah pola serangan siber menjadi jauh lebih cepat dan masif.

Dengan otomatisasi, pelaku kejahatan dapat memindai jutaan sistem dalam hitungan detik dan memilih target yang dianggap bernilai.

“Data Boston Consulting Group (BCG) Desember 2025 menunjukkan serangan berkembang lebih cepat daripada pertahanan. Ini sebabnya warga sering menjadi korban tanpa sadar,” ujarnya.

Ia menegaskan, ancaman tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyasar sisi emosional masyarakat.

Pemanfaatan AI dalam penipuan membuat wajah dan suara seseorang bisa dipalsukan secara meyakinkan.

“Sekarang wajah dan suara kita bisa ditiru. Penipuan jadi sangat personal. Banyak korban jatuh karena percaya pada orang yang mereka kenal,” kata Wamen Nezar.

Menurut dia, sistem perlindungan konvensional juga semakin rapuh.

Perkembangan AI dan riset komputasi kuantum membuat kata sandi yang selama ini digunakan warga tidak lagi cukup aman.

“Password yang kita buat hari ini pada akhirnya bisa menjadi tidak bermakna. Dunia sedang bergerak ke era pascakuantum,” ujarnya.

Wamen Nezar saat membuka Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (31/01/2026). menekankan bahwa tidak ada ruang aman di dunia digital selama perangkat terhubung dengan jaringan lain.

Ancaman dapat datang dari ponsel, aplikasi, hingga perangkat sederhana yang digunakan sehari-hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

30 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.