- Home
-
- Megapolitan
-
- Minimalkan Dampak Bau dan ...
Minimalkan Dampak Bau dan Emisi Udara, DKI Tingkatkan Teknologi di RDF Plant Rorotan
Minggu, 01 Feb 2026, 13:23 WIBJAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meningkatkan teknologi pengendalian lingkungan sebagai komitmen pengelolaan lingkungan di RDF Plant Rorotan dengan memasang sejumlah alat untuk menekan bau dan emisi udara.
âPeningkatan teknologi ini kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara," kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Minggu (1/2).
Menurut dia, RDF Plant Rorotan telah melakukan peningkatan pada sistem perangkat pengendali polusi udara (air pollution control devices/APCD) sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Untuk itu, di RDF Rorotan, kata Asep, saat ini telah terpasang empat unit alat penetral bau tak sedap (deodorizer),meningkat dari sebelumnya tiga unit, yang bekerja menekan bau sejak dari sumber proses sebelum berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar.
Selain mesin "deodorizer", lanjut Asep, fasilitas RDF Plant Rorotan juga dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi yang komprehensif dan berlapis.
Berbagai perangkat tersebut, kata Asep, antara lain alat pemisah partikel padat (cyclone),sistem pengepul debu industri (baghouse filter) dan alat pengendali polusi udara yang menggunakan cairan (wet scrubber) masing-masing sebanyak enam unit.
Asep mengatakan bahwa sistem ini diperkuat dengan dua unit "wet scrubber" tahap kedua, dua unit pengendali pencemaran udara (wet electrostatic precipitator), dua unit filter karbon aktif, delapan unit kipas mekanis industri(induced draft fan), serta dua unit cerobong yang dirancang untuk pelepasan emisi secara aman dan terkendali.
Menurut Asep, seluruh rangkaian teknologi tersebut dirancang untuk memastikan proses operasional RDF Plant Rorotan memenuhi standar teknis dan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku.
"Peningkatan teknologi pengendalian emisi, bau dan kualitas pengoperasian RDF Plant Rorotan juga berada di bawah supervisi ahli pencemaran udara dari Institut Teknologi Bandung (ITB)," katanya.
Dengan pengawasan ini, katanya, ia ingin memastikan seluruh sistem pengendalian berjalan optimal dan sesuai kaidah ilmiah.
Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjalankan pengelolaan sampah berbasis teknologi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar fasilitas.
"Penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan ini adalah bagian dari upaya kami menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman dan bertanggung jawab," katanya.
Hal itu, tambahnya, agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti beberapa daerah.
- teknologi
- RDF Plant Rorotan
- Emisi Udara
- Minimalkan Bau
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-India Ubah Peta Asia
-
Magetan Optimalkan Ratusan Sumur Pompa untuk Irigasi Sawah
-
Semoga Menang, Susunan Pemain Indonesia Vs Singapura: Garuda Siapkan Kekuatan Terbaik
-
Buka Workshop PAUD, Pramono Incar Fondasi Jakarta Kota Global
-
Service Quality Award 2026 Kembali, Suara Pelanggan Jadi Tolok Ukur Kualitas Layanan
-
Banjir yang Melanda Selama Empat Tahun di Sekitar TPA Cipayung Depok Akhirnya Surut
-
Bupati Bogor Akhirnya Buka Suara, Publik Diminta Tunggu Langkah KPK
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.