Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanjung Jabung Timur Ingin Hilirisasi Kelapa, Perlu atau Sekadar Latah?

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 06:12 WIB | Oleh:
Tanjung Jabung Timur Ingin Hilirisasi Kelapa, Perlu atau Sekadar Latah? Doc: ist
Ket. perlu atau latah?

TANJAB – Belakangan sejumlah kementerian memang mendorong hilirisasi beberapa produk. Saat ini Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur, Provinsi Jambi juga mengusulkan untuk hilirisasi kelapa. Program ini memang perlu atau sekadar latah? Usul tersebut telah disampaikan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk masuk dalam program hilirisasi kelapa yang dicanangkan pemerintah.

"Kami sudah mengajukan keinginan program hilirisasi kelapa ke Bappenas, masih menunggu. Tahun ini baru memperoleh alokasi program peremajaan kelapa seluas 5.000 hektare dari pemerintah pusat," kata Bupati Kabupaten Tanjab Timur Dillah Hikmah Sari di Jambi, Kamis.

Ia mengatakan, program hilirisasi kelapa di wilayahnya sangat potensial, karena merupakan sentra utama di provinsi itu. Bahan baku bersumber dari luas kebun kelapa di Kabupaten Tanjab Timur sekitar 51.000 hektare dengan varietas unggul dalam bersertifikat diberi nama Varietas Zabak. Varietas ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Menurut dia, dengan hilirisasi diproyeksikan menghadirkan berbagai produk turunan yang diolah secara industri, mulai dari santan kelapa, produk turunan hasil permentasi (nata de coco), arang tempurung, minyak goreng, tepung kelapa, hingga produk lainnya.

Mengingat produk turunan tersebut memiliki potensi pasar yang luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara, tentu dampaknya terhadap ekonomi masyarakat nantinya. Menurut dia, industri pengolahan kelapa tidak harus selalu berskala besar, sejumlah produk turunan dapat diproduksi dalam skala kecil dan menengah dengan kualitas yang tetap kompetitif.

Terkait investasi, dirinya memastikan pemerintah daerah akan memberikan kemudahan perizinan dan dukungan kebijakan. Ia menegaskan, pasokan bahan baku tetap mengacu pada mekanisme pasar tanpa intervensi pemerintah.

"Investor dapat menjalin kemitraan dengan kelompok tani, koperasi, atau Koperasi Merah Putih sebagai mitra tripartit bersama petani dan pengusaha, sepanjang sesuai aturan dan saling menguntungkan," jelasnya. Selain mendorong investasi, kata dia, Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur juga memperkuat sektor hulu melalui pembangunan infrastruktur pertanian.

Salah satunya dengan program pembangunan tanggul sepanjang 1000 kilometer untuk melindungi kebun kelapa masyarakat dari intrusi air laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.