Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satgas MBG Jember Temukan Ketidaksesuaian Distribusi Menu di Sekolah

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 19:13 WIB | Oleh:
Satgas MBG Jember Temukan Ketidaksesuaian Distribusi Menu di Sekolah Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Jember
Ket. Satgas MBG Jember melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Sriwijaya untuk mengevaluasi kesesuaian gizi dalam menu MBG, Jumat (30/1).

JEMBER -- Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jember, Jawa Timur menemukan ketidaksesuaian distribusi menu di sejumlah sekolah berdasarkan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten setempat, Jumat.

Satgas MBG yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman didampingi Asisten II Ratno C. Sembodo serta unsur Muspika Sumbersari melakukan inspeksi ke SPPG di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari.

"Menyusul ramai perbincangan warganet mengenai menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar kebutuhan nutrisi, kami turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPPG," kata Penjabat Sekretaris Daerah Jember Akhmad Helmi Luqman di Jember.

Tim Satgas menelusuri secara menyeluruh setiap tahapan operasional dapur, mulai dari penyimpanan bahan pangan, proses pengolahan makanan, hingga sistem pencucian dan sanitasi ompreng untuk memastikan hak gizi anak-anak tetap terpenuhi.

"Informasi yang beredar menyebutkan adanya menu yang dinilai tidak mencukupi kebutuhan gizi anak, bahkan hanya berisi satu tusuk sate dan lontong. Itu menjadi koreksi dari masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, inspeksi itu merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Jember Muhammad Fawait selaku Pembina Satgas MBG dan langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keresahan publik yang muncul akibat beredarnya video dan unggahan media sosial terkait menu MBG di sejumlah sekolah.

"Dari hasil pemeriksaan, Satgas MBG menemukan adanya ketidaksesuaian distribusi menu di beberapa sekolah, khususnya pada jenjang taman kanak-kanak," katanya.

Ia menjelaskan ketidaksesuaian tersebut disebabkan oleh lemahnya koordinasi internal antara kepala dapur, ahli gizi, dan relawan pendistribusian makanan, sehingga porsi menu yang diterima siswa tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

"Menu yang seharusnya terdiri atas tiga tusuk sate, dalam praktiknya hanya satu tusuk sate yang sampai ke anak-anak. Itu murni kesalahan koordinasi internal. Atas kejadian itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan langsung memberikan pembinaan kepada SPPG agar ke depan standar operasional prosedur benar-benar dijalankan," katanya.

Helmi mengatakan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan ikhtiar bersama untuk menjamin kecukupan kalori dan nutrisi generasi penerus bangsa, sehingga evaluasi dan pengawasan akan terus diperketat, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Sriwijaya, Putri Maulidiyha mengatakan bahwa komponen buah memang tidak disertakan, karena digantikan dengan susu segar sebagai sumber gizi alternatif, namun pihak sekolah yang kemudian memviralkan tidak menerima susu tersebut, sehingga dikembalikan ke dapur dan tidak dikonsumsi oleh siswa.

"Penyusunan menu MBG masih mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku saat ini. Anggaran ompreng kecil sebesar Rp8.000 dan ompreng besar Rp10.000. Informasi terkait anggaran Rp15.000 belum diterapkan karena dalam petunjuk teknis (Juknis) yang kami jalankan masih Rp10.000," ujarnya.

Pihak pengelola SPPG Sriwijaya menyatakan komitmennya untuk memperketat pengawasan internal dan quality control sesuai arahan Satgas MBG agar pelayanan MBG kepada 12 sekolah dengan total 2.746 siswa dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan benar-benar memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak-anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.