Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Perlu Benar-benar Berhati-hati atas Virus Nipah karena Belum Ada Obatnya

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 12:15 WIB | Oleh:
Masyarakat Perlu Benar-benar Berhati-hati atas Virus Nipah karena Belum Ada Obatnya Doc: ist
Ket. cermati penularannya

JAKARTA – Masyarakat global tengah ditakutkan merebaknya virus Nipah. Sama dengan Covid-19, Nipah juga belum ada obatnya. Maka caranya, harus benar-benar menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof Dr dr Dominicus Husada, Sp.A Subsp.IPT mengatakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat menjadi cara terbaik untuk mengurangi penularan virus nipah yang sampai saat ini belum terdapat vaksinasinya.

“Secara umum PHBS itu berlaku universal. Intinya adalah membersihkan semua yang menempel, yang bukan dari kita, cuci tangan dengan air mengalir adalah yang terbaik, menggunakan sabun,” kata Dominicus dalam paparan di webinar bersama IDAI yang diikuti di Jakarta, Kamis. Dominicus mengatakan dalam situasi tertentu tidak ada air, tidak ada sabun, alternatifnya boleh memakai alkohol glycerin.

Ia mengatakan kebiasaan PHBS perlu ditingkatkan kembali dan dilakukan setiap saat akan melakukan kegiatan seperti mengonsumsi sesuatu atau setelah kontak dengan orang lain. PHBS bisa dilakukan dengan menggunakan alat pembersih tangan yang sudah banyak saat ini seperti hand sanitizer yang memudahkan jika tidak terdapat air bersih. Jika dibiasakan akan sangat baik mencegah berbagai penyakit infeksi dan virus.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya itu mengatakan PHBS juga bisa diterapkan pada makanan yang akan dikonsumsi dengan mencucinya secara menyeluruh untuk mencegah menempelnya virus, terutama virus nipah pada liur hewan yang terkontaminasi yang mungkin menempel di makanan dan tangan.

“Kalau cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, liur itu bersih. Itu risiko kena nipah menjadi tidak. Ini tidak berlaku untuk Ebola, untungnya Ebola di kita enggak ada. Kalau Ebola itu, walaupun cuci tangan dilakukan dengan baik, belum tentu bisa menghambatnya. Tapi nipah ini bisa. Jadi, saya kira kalau kita cuci tangan dengan baik, enggak kena kita,” kata Dominicus.

Dominicus mengatakan saat ini uji fase vaksinasi nipah masih menjalani tahap kedua yang dilakukan di Oxford, Inggris, dan masih membutuhkan waktu sekitar tiga atau lima tahun lagi untuk vaksin ini bisa digunakan pada manusia. Di Indonesia, vaksin yang sudah ada dan beredar di masyarakat masih belum terbukti memiliki efek pencegahan dari virus nipah.

Ia juga mengatakan masa inkubasi virus nipah membutuhkan waktu 4-12 hari sejak masuknya virus, dan pada masa ini perlu memperhatikan gejala yang muncul mulai dari flu, demam, nyeri kepala dan otot, muntah. Adapula dua gejala berat utamanya pada sistem saraf karena infeksi otak yang menyebabkan penurunan kesadaran dan menyerang sistem saluran napas dengan tanda sesak karena pneumonia dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.