Festival Mangaruhi, Upaya Lestarikan Budaya Dayak dan Lingkungan

Jumat, 30 Jan 2026, 15:25 WIB

Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), Halikinnor mendukung konsistensi Festival Mangaruhi yang digelar Dinas Perikanan sebagai sarana pelestarian tradisi masyarakat Dayak, sekaligus menjadi media kampanye cara menangkap ikan ramah lingkungan.

"Aslinya kan di sungai, tapi tidak apa-apa ini digelar di kolam. Ini menjadi contoh kearifan lokal kita masyarakat Dayak dalam menangkap ikan secara ramah lingkungan karena hanya menggunakan tangan kosong," kata Bupati Halikinnor di Sampit, Jumat.

Ket. Foto: Lomba mangaruhi atau menangkap ikan dengan tangan kosong di halaman Kantor Dinas Perikanan Kotawaringin Timur, Sampit (29/1). — Sumber: Antara Foto

Kegiatan itu diharap mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan gotong royong, serta mampu menjaga kelestarian budaya lokal yang sudah ada sejak dulu di masyarakat Kotawaringin Timur dalam melakukan eksploitasi terhadap sumber daya perairan.

"Kegiatan ini memberikan pelajaran kepada kita semua tentang cara bersahabat dengan alam, cara menjaga kebersamaan antar sesama, dan cara menjaga kelestarian alam agar tetap lestari berkelanjutan," ujar Halikinnor.

Kepala Dinas Perikanan Kotawaringin Timur Ahmad Sarwo Oboi mengatakan Festival Mangaruhi sebagai wujud nyata pelestarian budaya lokal, sekaligus ajang silaturahmi dengan unsur Forkopimda serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Ini bukan sekadar tradisi, tetapi simbol persatuan, gotong royong, dan semangat menjaga kearifan lokal," ujarnya.

Melalui festival ini pihaknya ingin menegaskan pembangunan Kotawaringin Timur tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi, tetapi juga pada budaya, identitas, dan jati diri daerah.

Sementara itu Festival Mangaruhi berlangsung seru dalam suasana keakraban. Puluhan pegawai perwakilan OPD terjun ke kolam berlomba menangkap ikan lele dengan tangan kosong.

Menangkap ikan di kolam tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi lele termasuk ikan yang gesit, licin, dan sulit ditangkap. Pemenang lomba ini adalah peserta yang menangkap ikan paling banyak dalam waktu 10 menit.

  • Tradisi Dayak

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.