Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Kembali Terpukul, Ekspektasi Higher for Longer Buat Dolar AS Kian Perkasa

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Kembali Terpukul, Ekspektasi Higher for Longer Buat Dolar AS Kian Perkasa Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Rupiah cenderung melemah seiring menguatnya ekspektasi bahwa suku bunga acuan Amerika Serikat akan bertahan tinggi lebih lama.

Sikap higher for longer The Fed mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS, sehingga menarik arus modal global kembali ke aset dolar.

Kondisi ini mempersempit daya tarik aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia, dan memberi tekanan lanjutan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis (29/1), bergerak melemah 33 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.755 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.722 per dolar AS

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama.

“Rupiah pada perdagangan hari ini bergerak fluktuatif. Tekanan masih berasal dari faktor global, terutama penguatan dolar AS seiring ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan tinggi lebih lama, serta kenaikan imbal hasil US Treasury,” katanya di Jakarta, Kamis (29/1).

Mengutip Xinhua, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah pada kisaran antara 3,5-3,75 persen.

Berbagai indikator menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi berkembang dengan solid, penambahan lapangan kerja tetap rendah, tingkat pengangguran menunjukkan beberapa tanda stabilitas, serta inflasi agak tetap tinggi.

“Kondisi tersebut mendorong investor global bersikap lebih berhati hati terhadap aset berisiko, sehingga ruang penguatan rupiah menjadi terbatas meski pelemahan diperkirakan tidak agresif,” ungkap Taufan.

Melihat sentimen domestik, lanjutnya, sentimen terhadap rupiah cenderung bercampur. Stabilitas kebijakan Bank Indonesia (BI) dinilai berperan dalam menahan volatilitas nilai tukar, namun dinamika di pasar saham dapat mempengaruhi persepsi risiko investor.

“Trading halt tidak berdampak langsung terhadap rupiah, tetapi dapat memicu aliran keluar dana asing dari pasar keuangan apabila tekanan berlanjut, yang pada akhirnya berpotensi menekan nilai tukar,” ujar Research and Development ICDX.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.786 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.723 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.