Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Domain .id Lampaui Target 2025, Pandi Dorong Ekosistem Digital Aman

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 18:47 WIB | Oleh:

Peluncuran ini dilaksanakan pada 11 Desember 2025 di Denpasar, melalui kerja sama antara Pandi, Universitas Udayana, dan Pemerintah Provinsi Bali. Kehadiran domain dengan aksara Bali menandai babak baru integrasi warisan budaya daerah ke dalam system identitas digital nasional.

DTD dirancang untuk memastikan aksara daerah tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi benar-benar dapat digunakan sebagai nama domain internet yang aman dan berkelanjutan. Pengembangan ini diawali dengan penerbitan Label Generation Rules (LGR) Aksara Bali oleh ICANN pada 25 Oktober 2024, yang menjadi dasar teknis penggunaan aksara Bali dalam sistem domain global.

Pendaftaran domain dengan aksara Bali itu dilakukan secara bertahap, dimulai dari Limited Registration pada tanggal 10–12 Desember 2025, lalu dilanjutkan dengan Sunrise Period pada tanggal 13 Desember 2025–13 Januari 2026, kemudian Landrush pada tanggal 14 Januari–14 Februari 2025, dan terakhir General Availability yang dimulai pada 15 Februari 2026

Universitas Udayana ditetapkan sebagai Registrar Khusus, sekaligus mitra strategis dalam penguatan literasi, riset, dan edukasi publik. Pendaftaran domain aksara Bali kini tersedia secara bertahap dengan biaya yang disesuaikan menurut periode pendaftaran, mulai dari Rp 25.000 pada masa limited registration hingga Rp 225.000 pada masa landrush.

Seluruh biaya ini belum termasuk PPN dan dapat diakses lengkap melalui portal pendaftaran resmi di bali.domain.id, dimana masyarakat juga sekaligus dapat langsung mengecek ketersediaan nama domain dan menyelesaikan proses registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Target 2026

Dengan capaian 1.431.865 nama domain .id hingga akhir 2025, Pandi memandang bahwa tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk terus memperkuat ekosistem domain .id agar semakin berdaya saing. Sejalan dengan arah tersebut, Ketua Pandi menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan jumlah domain dan peningkatan kualitas pengelolaan serta keamanannya.

“Pandi mendorong agar domain .id terus tumbuh secara berkelanjutan, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dari kualitas pengelolaan dan tingkat keamanannya. Dengan penguatan ekosistem yang dilakukan secara konsisten, domain.id diharapkan semakin mampu menjadi ruang digital yang aman, terpercaya, dan juga bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMK, pelajar, kreator digital, akademisi, komunitas hingga ke institusi pemerintah” terang John.

Upaya penguatan ekosistem domain .id tersebut dijalankan melalui pendekatan yang terintegrasi, mencakup aspek tata kelola, keamanan, dan keberlanjutan layanan. Dengan langkah-langkah ini, domain .id diharapkan terus mendukung aktivitas digital yang andal, inklusif, dan relevan bagi kebutuhan berbagai sektor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.