Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pejabat Eksekutif Sepak Bola Malaysia Mundur Akibat Skandal Pemain Keturunan

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 09:10 WIB | Oleh:
Pejabat Eksekutif Sepak Bola Malaysia Mundur Akibat Skandal Pemain Keturunan Doc: AFP
Ket. Presiden sementara FAM, Yusoff Mahadi

KUALA LUMPUR, MALAYSIA — Seluruh jajaran komite eksekutif Asosiasi Sepak Bola Malaysia (Football Association of Malaysia/FAM) mengundurkan diri pada hari Rabu (28/1). Langkah drastis ini menjadi pukulan terbaru bagi sepak bola Malaysia di tengah polemik kelayakan pemain keturunan, yang melibatkan penggunaan dokumen palsu untuk menurunkan pemain kelahiran luar negeri pada kualifikasi Piala Asia.

Pengunduran diri massal tersebut menyusul penyelidikan FIFA tahun lalu terhadap FAM terkait pemanggilan “heritage players” ke tim nasional, pemain asing yang dituduh secara keliru mengklaim memiliki garis keturunan Malaysia.

“Pengunduran diri ini dilakukan untuk melindungi reputasi dan kepentingan kelembagaan asosiasi, serta meminimalkan risiko dampak negatif lanjutan yang dapat memengaruhi sepak bola Malaysia secara keseluruhan,” kata presiden sementara FAM, Yusoff Mahadi.

Ia menegaskan langkah tersebut bersifat sukarela dan merupakan “tindakan terukur serta berprinsip” sebagai respons atas perkembangan terbaru yang menarik perhatian publik luas dan pengawasan eksternal.

Menurut Yusoff, pengunduran diri ini juga dimaksudkan untuk “memberikan ruang yang tepat bagi FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menilai, meninjau, dan jika diperlukan, menangani aspek tata kelola, administrasi, dan prosedural di dalam FAM secara independen.”

Pada bulan September lalu, FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama satu tahun kepada tujuh pemain kelahiran luar negeri dan mendenda FAM sebesar US$400.000 setelah asosiasi tersebut terbukti mengajukan dokumen yang telah dimanipulasi, dengan klaim para pemain memiliki keturunan Malaysia.

FIFA menilai dokumen tersebut diajukan agar para pemain memenuhi syarat membela Malaysia, yang diduga dilakukan untuk mendongkrak performa tim nasional. Penyelidikan FIFA bermula dari adanya pengaduan setelah Malaysia menang telak 4-0 atas Vietnam dalam laga kualifikasi Piala Asia pada Juni lalu.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa ketujuh pemain, Hector Hevel, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, dan Joao Brandao Figueiredo, tidak memiliki orang tua maupun kakek-nenek yang lahir di Malaysia.

FAM sempat mengajukan banding atas sanksi tersebut, namun ditolak oleh komite FIFA. Dalam laporan kerasnya, FIFA menyoroti FAM karena “tidak mengambil tindakan disipliner yang dapat diidentifikasi” setelah munculnya tuduhan tersebut.

Kasus ini kemudian dibawa ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Swiss dan hingga kini masih dalam proses. Pada bulan Desember, FIFA kembali menjatuhkan hukuman kepada Malaysia berupa tiga kekalahan 0-3 dalam laga persahabatan serta denda tambahan sebesar 12.500 dollar AS.

Pasca pengunduran diri komite eksekutif, sekretaris jenderal FAM Noor Azman Rahman akan melanjutkan pengelolaan operasional harian asosiasi dengan pendampingan dari AFC yang berbasis di Kuala Lumpur.

“Apa yang kami bahas dalam pertemuan hari ini adalah membantu menilai FAM dari sejumlah aspek internal,” ujar Sekretaris Jenderal AFC Windsor Paul John dalam konferensi pers. AFC nantinya akan menyampaikan laporan hasil penilaian tersebut pada kongres FAM mendatang.

Sementara itu, FAM pada hari Senin menyatakan bahwa CAS telah memberikan penangguhan sementara kepada tujuh pemain tersebut hingga putusan akhir sidang, yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 25 Februari. Windsor menambahkan, keputusan itu memungkinkan para pemain tetap tampil bersama klub masing-masing, meski masih belum jelas apakah mereka dapat kembali memperkuat tim nasional Malaysia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Nasional
48 Juta Keluarga Masuk Sist...
Nasional
DPR Minta Ombudsman RI Beba...

Korsel Tuntut Korut untuk Minta Maaf

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korsel Tuntut Korut untuk M...

Koalisi Pimpinan AS Akhiri Misi di Irak

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Koalisi Pimpinan AS Akhiri ...
Luar Negeri
Rebeca Grynspan Unggul Dala...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.