Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kini Giliran Austria Bakal Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak-anak

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 19:47 WIB | Oleh:
Kini Giliran Austria Bakal Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak-anak Doc: AFP/ALEX HALADA

BRUSSELS - Austria sedang mempertimbangkan mengeluarkan larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 14 tahun, menyusul langkah serupa di Australia dan Prancis, demikian disampaikan Sekretaris Negara untuk Urusan Digital, Alexander Proll.

Proll mengatakan kepada lembaga penyiaran publik ORF, Selasa (27/1), bahwa pemerintah bertujuan untuk menerapkan larangan tersebut pada awal tahun ajaran baru dan sedang meneliti solusi teknis untuk menegakkannya.

Untuk itu, para ahli dari partai politik akan bertemu guna mengembangkan konsep yang lebih rinci, dengan Australia sebagai model metode verifikasi usia.

Di Australia, pengguna diharuskan memberikan identitas, sementara platform juga menggunakan pengenalan wajah dan suara serta analisis perilaku.

Partai koalisi Sosial Demokrat Austria (SPO) dan partai liberal NEOS mendukung prinsip larangan tersebut tetapi tidak sepakat mengenai implementasinya.

Juru bicara media NEOS, Henrike Brandstotter, menentang penerapan model Australia, dengan alasan kekhawatiran tentang pengumpulan data, dan menyarankan untuk menunggu sistem "eID" yang diharapkan beroperasi pada 2027.

Menurut Proll, pembatasan usia yang diusulkan di Austria sedang dalam pembahasan, dan dia mendukung penerapannya pada remaja usia 14 tahun, yang selaras dengan usia kecakapan hukum dan Peraturan Perlindungan Data Umum Uni Eropa (GDPR), yang memungkinkan negara-negara anggota untuk menetapkan usia persetujuan untuk pemrosesan data daring antara 13 dan 16 tahun.

SPO menyerukan larangan nasional jika solusi di seluruh Eropa tidak disepakati pada akhir 2025.

Sementara itu, Partai Kebebasan (FPO) sayap kanan mengkritik rencana tersebut, mengklaim bahwa hal itu membatasi kebebasan berekspresi, sementara Partai Hijau menuntut verifikasi usia wajib dan sanksi bagi platform yang tidak patuh.

Di tingkat Uni Eropa, para pemimpin telah mendukung pembatasan usia untuk melindungi anak di bawah umur di ruang digital.

Parlemen Eropa, yang sebelumnya menyerukan usia minimum 13 tahun untuk jejaring sosial, platform video, dan chatbot AI, mendesak Komisi Eropa untuk menetapkan batasan usia yang mengikat pada akhir 2026.

Rancangan undang-undang Prancis, yang didukung oleh Presiden Emmanuel Macron, disetujui pada Senin oleh majelis rendah Majelis Nasional, bertujuan untuk memberlakukan larangan tersebut pada awal tahun ajaran 2026, dengan verifikasi usia penuh pengguna yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2027. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.