Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemkomdigi Catat 60 persen Pengguna Seluler Terima “Spam Call”

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 14:53 WIB | Oleh:
Kemkomdigi Catat 60 persen Pengguna Seluler Terima “Spam Call” Doc: RRI/Josua Sihombing
Ket. Direktur Jenderal Ekosistem Digital (Dirjen Ekodigi), Edwin Hidayat Abdullah

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), mencatatkan sebayak 60 persen pengguna seluler, sering menerima spam call (panggilan penipuan). Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Ekosistem Digital (Dirjen Ekodigi), Edwin Hidayat Abdullah.

Data aduan masyarakat itu dijelaskannya, dicatatkan Kemkomdigi sepanjang tahun 2025. Bahkan dikatakan Edwin, bahwa spam call itu kerap diterima masyarakat pengguna telekomunikasi seluler sebanyak satu kali dalam sepekan.

"Kami mendapatkan laporan, ketika itu awal tahun 2025, 60 persen daripada pengguna seluler itu menerima spam call. Minimal satu minggu sekali," kata Edwin saat peluncuran program Senyum Aman dengan Biometrik (SEMANTIK), Jakarta, Selasa (27/1).

Edwin juga turut menyoroti aduan spam call yang diterima oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dijelaskannya, aduan spam call ke OJK itu terkait dengan kerugian keuangan masyarakat, akibat penipuan melalui jaringan telepon.

Dirjen Ekodigi mengatakan bahwa aduan kerugian keuangan masyarakat korban spam call ke OJK mencapai Rp9 triliun. Bahkan kerugian itu diungkapkannya, terjadi dalam kurun waktu satu tahun.

"Data dari OJK, banyak sekali peningkatan scam yang terjadi. Sampai dengan akhir tahun lalu, setahun 2024-2025, kurang lebih Rp 9 triliun scam atau penipuan, yang dilakukan melalui jalur seluler," ujar dia.

Untuk itu ditegaskan Edwin, bahwa Kemkomdigi langsung mempercepat perlindungan masyarakat dari kejahatan penipuan pada jaringan seluler. Melalui program SEMANTIK dijelaskannya, pendaftaran kartu seluler baru, harus menggunakan sistem biometrik.

Dikatakannya, penyusunan program yang tertuang dalam Permenkomdigi Nomor 7 tahun 2026, dilakukan bersama dengan pemangku kepentingan terkait. Hal ini diharapkannya, mencegah spam call yang dilakukan pelaku kejahatan, dengan membuka nomor seluler baru menggunakan data yang palsu.

"Menggunakan teknologi biometrik, face recognition, proses verifikasi identitas calon pelanggan bisa dilakukan dengan cepat dan akurat. Teknologi ini sebagai solusi penting untuk memastikan identitas masyarakat benar-benar digunakan oleh pemiliknya yang sah," kata Edwin. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.