Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Jakarta Minta Pemprov Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

3 Rabu, 28 Jan 2026, 13:40 WIB | Oleh:
DPRD DKI Jakarta Minta Pemprov Antisipasi Lonjakan Harga Pangan  DPRD DKI Jakarta Minta Pemprov Antisipasi Lonjakan Harga Pangan  Doc: Reza Pratama Putra

JAKARTA - Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail, mengingatkan agar Pemprov DKI untuk memastikan ketersediaan serta menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026.

Ia menilai, peningkatan konsumsi masyarakat menjelang hari besar keagamaan perlu diantisipasi sejak dini agar tidak memicu lonjakan harga.

Dikatakan Ismail, pihaknya secara rutin menggelar rapat koordinasi tahunan dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta tiga BUMD pangan, yakni Perumda Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Pasar Jaya.

Menurut dia, rapat tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesiapan Pemprov DKI dalam menghadapi potensi peningkatan kebutuhan pangan selama Ramadan.

“Dari rapat itu kita bisa melihat apakah persiapannya sudah cukup baik atau belum. Selain laporan dalam rapat kerja, kami juga biasanya melakukan tinjauan langsung ke lapangan,” ujar Ismail, Rabu (28/1).

Ia melanjutkan, kunjungan lapangan penting dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. Ia mengingatkan, jika kedua aspek tersebut tidak terkontrol dengan baik, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan harga yang tidak diinginkan.

Ismail menyampaikan, hingga saat ini Komisi C belum menerima laporan khusus dari dinas terkait persiapan menyambut Ramadan.

“Nanti akan kita usulkan rapat khusus persiapan menyambut Ramadan dan Idulfitri,” kata dia.

Ditambahkan Ismail, persiapan menyambut Ramadan tahun ini memiliki tantangan tersendiri usai adanya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan baku pangan di kota-kota besar.

“Dampaknya sudah terasa. Saat ini cukup sulit mendapatkan beberapa bahan baku karena stok di daerah produsen lebih dulu terserap untuk kebutuhan program tersebut,” tutur dia.

Kondisi tersebut, lanjut Ismail, berpotensi menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga sejumlah komoditas. Sebab itu, ia meminta Pemprov DKI turut memperhitungkan variabel baru tersebut dalam menyusun strategi pengendalian stok dan harga pangan.

“Ini tidak lagi linear seperti biasanya. Ada variabel baru yang harus diantisipasi. Di satu sisi program ini positif, tetapi di sisi lain tetap perlu diwaspadai, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran,” pungkas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mengkhawatirkan, PBB Soroti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.