Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Koreksi IHSG, MSCI Picu Alarm di Bursa Indonesia

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 15:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Koreksi IHSG, MSCI Picu Alarm di Bursa Indonesia Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S
Ket. Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Direktur Eksekutif CSA Institute, David Sutyanto, menilai koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi hari ini setelah pernyataan dan kebijakan terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) mencerminkan kekhawatiran yang lebih mendalam di kalangan investor global.

Menurutnya, tekanan pasar tidak semata dipicu faktor teknikal, melainkan berkaitan dengan persepsi terhadap kualitas struktural pasar modal Indonesia.

Isu tata kelola, likuiditas, serta konsistensi regulasi dinilai kembali menjadi perhatian utama investor asing, sehingga memicu aksi jual sebagai bentuk penyesuaian risiko.

Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi otoritas pasar untuk memperkuat kredibilitas kebijakan dan memastikan stabilitas jangka panjang agar kepercayaan investor dapat dipulihkan secara berkelanjutan.

“Koreksi signifikan IHSG hari ini tidak dapat dipandang sekadar sebagai fluktuasi pasar yang biasa,” kata David dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/1).

Ia menambahkan bahwa isu terkait kebijakan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) ini bukan hanya persoalan teknis indeks, tetapi menyentuh aspek kredibilitas, transparansi, dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar Indonesia.

David mengatakan, risiko dari isu ini memang perlu dicermati dengan serius, terutama karena MSCI menyampaikan bahwa evaluasi lanjutan akan dilakukan pada Mei 2026. Artinya, Indonesia memiliki waktu sekitar empat bulan untuk menunjukkan perbaikan yang nyata dan terukur.

Jika tidak ada kemajuan yang cukup signifikan, terdapat kemungkinan pengurangan bobot Indonesia dalam indeks Emerging Markets atau bahkan peninjauan ulang status klasifikasi pasar.

Konsekuensi dari skenario tersebut dapat berdampak pada arus dana asing, mengingat saat ini estimasi investasi berbasis MSCI Indonesia berada di kisaran 120 miliar dolar AS, sementara kapasitas dana berbasis indeks di Frontier Market jauh lebih kecil. Sehingga potensi arus dana keluar cukup besar.

“Oleh karena itu, urgensi untuk menjaga kepercayaan pasar global memang menjadi sangat penting,” kata David.

Pada Selasa (27/1) waktu setempat atau Selasa (28/1) waktu Indonesia, MSCI mengumumkan penerapan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses peninjauan indeks.

Pembekuan tersebut mencakup kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes, serta perpindahan saham dari segmen small cap ke standard.

MSCI menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko investability dan memberi ruang bagi otoritas pasar Indonesia untuk melakukan penguatan pada aspek yang dinilai masih perlu ditingkatkan, terutama transparansi struktur kepemilikan saham.

Dalam komunikasinya, MSCI menggunakan istilah “shareholders opacity” untuk menggambarkan tantangan utama yang dirasakan investor global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Cari Samsat Keliling Terdek...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Michael Olise Pimpin Prancis Hancurkan Belgia 4-1

Hasil UEFA Nations League: Michael Olise Pimpin Prancis Hancurkan Belgia 4-1

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.