Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bandung Barat Tunggu Kajian Badan Geologi untuk Relokasi Korban Longsor Cisarua

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 15:12 WIB | Oleh:
Pemkab Bandung Barat Tunggu Kajian Badan Geologi untuk Relokasi Korban Longsor Cisarua Doc: antara foto
Ket. Wakil Bupati (Wabup) Bandung Barat Asep Ismail

BANDUNG BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menunggu hasil kajian Badan Geologi terkait rencana relokasi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, sebagai dasar penentuan lokasi hunian baru yang aman.

Wakil Bupati (Wabup) Bandung Barat Asep Ismail mengatakan pemerintah daerah (pemda) tidak ingin terburu-buru menetapkan lokasi relokasi sebelum adanya rekomendasi resmi dari Badan Geologi guna menghindari risiko bencana pada kemudian hari.

“Tentunya kami sedang menunggu hasil pengkajian geologi. Nanti kalau sudah turun dari Badan Geologi, kita rapatkan kembali dengan dinas terkait. Ini harus betul-betul dikaji agar tidak salah menempatkan warga lagi,” ujar Wabup Asep di Bandung Barat, Selasa (27/1).

Ia menegaskan setelah kajian diterima, Pemkab Bandung Barat akan segera mengambil langkah lanjutan, termasuk menentukan skema relokasi permanen bagi warga terdampak.

“Setelah ada kajian dari Badan Geologi, kita akan mengambil langkah-langkah secepatnya,” kata Wabup Asep Ismail.

Ia mengatakan sambil menunggu hasil kajian Pemkab Bandung Barat telah menetapkan radius aman sementara dan melarang warga kembali menempati area yang terdampak langsung longsor.

“Tentu wilayah yang terkena longsor sudah tidak diperbolehkan ditempati. Kami menunggu hasil pengkajian, baik area yang terdampak langsung maupun sekitar Desa Pasirlangu,” ujar Wabup Asep Ismail.

Ia menambahkan kawasan bekas longsor tidak akan lagi dijadikan permukiman sesuai arahan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, yang berencana menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan hutan dengan penanaman pepohonan besar.

“Sesuai yang disampaikan Pak Gubernur, wilayah itu akan dijadikan kawasan hutan. Tidak mungkin masyarakat dikembalikan lagi ke sana,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.