Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenperin Pacu Porsi Industri Luar Jawa 33,25 Persen

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Kemenperin Pacu Porsi Industri Luar Jawa 33,25 Persen Doc: Koran Jakarta /M Fachri
Ket. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) mengikuti Raker dengan Komisi VII DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1).

Industri Pengolahan

Kemenperin Pacu Porsi Industri Luar Jawa 33,25%

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan kontribusi industri pengolahan nonmigas di luar Pulau Jawa mencapai 33,25 persen pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerataan pertumbuhan industri nasional.

Seperti dikutip dari Antara, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan target tersebut sejalan dengan sasaran pertumbuhan industri pengolahan nonmigas (IPNM) 2026 sebesar 5,51 persen, dengan penguatan peran industri sebagai penggerak utama ekonomi.

“Peningkatan industri melalui peningkatan kontribusi industri pengolahan di luar Jawa menjadi 33,25 persen,” kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (26/1).

Ia menjelaskan, penguatan industri di luar Jawa menjadi salah satu strategi Kemenperin untuk memperluas basis produksi nasional sekaligus mengurangi ketimpangan struktur industri yang selama ini masih terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Kementerian menyampaikan kinerja industri pengolahan nonmigas pada 2025 menunjukkan tren positif, tercermin dari pertumbuhan sektor tersebut yang mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada triwulan III 2025, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,58 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,04 persen.

“Ini pertama kali dalam 14 tahun terakhir pertumbuhan manufaktur berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional, dan ini memang seharusnya seperti itu,” ujar dia.

Dari sisi kontribusi, IPNM pada triwulan III 2025 menyumbang 17,39 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional atau senilai 1.053,56 triliun rupiah berdasarkan harga berlaku.

Pasar Domestik

Sementara itu, berdasarkan harga konstan, kontribusi IPNM tercatat sekitar 18,70 persen atau senilai 644,17 triliun rupiah, yang menunjukkan peran signifikan sektor industri dalam struktur perekonomian nasional.

Agus menyebut struktur output (keluaran) industri manufaktur Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh pemenuhan pasar domestik, dengan sekitar 78,39 persen keluaran diserap pasar dalam negeri.

“Hanya sekitar 21,61 persen output manufaktur yang dikirim sebagai barang ekspor, sehingga peluang ekspansi industri ke pasar global masih sangat terbuka,” ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Ekonomi
BPS Catat 319 Daerah Hadapi...
Daerah
Fenomena Super New Moon, Su...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.