Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pasaman Barat Lakukan Penyelidikan Epidemiologi dan Pemberantasan Sarang Nyamuk untuk Tekan DBD

📅 Senin, 26 Jan 2026, 12:45 WIB | Oleh:
Pemkab Pasaman Barat Lakukan Penyelidikan Epidemiologi dan Pemberantasan Sarang Nyamuk untuk Tekan DBD Doc: Antara Foto
Ket. Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Ranah Salido Kecamatan Lembah Melintang saat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan gotong royong bersama pemberantasan DBD di daerah itu.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kesehatan telah melaksanakan upaya pemberantasan penyakit Demam berdarah dengue (DBD) dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, pemberantasan sarang nyamuk sampai gotong royong bersama di lokasi yang terjangkit penyakit.

"Kita juga telah melakukan pemeriksaan kepada warga yang yang demam. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga telah kita lakukan dua kali pada 10 dan 17 Januari 2026," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Senin.

Menurutnya jika ada warga yang terpapar DBD maka terlebih dahulu dilakukan penyelidikan epidemiologi dan PSN.

Dalam pemberantasan DBD, katanya, terpenting sekali adalah melakukan PSN sebab melalui itu maka jentik yang ada di pekarangan rumah, di rumah dan tempat lainnya bisa mati dan tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa.

"Kalau untuk fogging tidak membunuh jentik nyamuk yang akan menjadi nyamuk dewasa," ujarnya.

Pihaknya juga telah melakukan gotong royong bersama puskesmas, nagari dan masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk.

"Untuk fogging dijadwalkan sehari dua hari ini bersama pihak nagari di Koto Gunung Sawah Maincat Kecamatan Lembah Melintang," katanya.

Dia mengharapkan masyarakat dapat menjaga kebersihan agar penyakit DBD tidak semakin berkembang.

Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 58 orang terjangkit penyakit DBD selama 2026 se Pasaman Barat.

Berdasarkan laporan Puskesmas Tanah Salido di daerah itu ada 14 kasus DBD selama 2026.

"Kondisi saat ini masih ada yang di rawat tiga orang yakni satu orang di Rumah Sakit Yarsi dan dua orang di Rumah Sakit Umum Daerah," katanya.

Dia menambahkan untuk seseorang dikatakan positif DBD harus ada pemeriksaan darah trombosit dan hematokrit sebagai pemeriksaan pendukung.

"Upaya yang kita lakukan mulai dari penyelidikan epidemiologi dan pemberantasan sarang nyamuk akan terus kita lakukan. Diharapkan kebersihan lingkungan dijaga," katanya.

Lalu lakukan 3 M plus yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan, dan mendaur ulang atau mengubur barang bekas plus menggunakan obat nyamuk, memasang kasa, memelihara ikan pemakan jentik, dan menanam tanaman pengusir nyamuk untuk perlindungan ekstra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.