Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendikdasmen Pastikan AI Tak Gantikan Peran Guru

2 Senin, 26 Jan 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendikdasmen Pastikan AI Tak Gantikan Peran Guru Mendikdasmen Pastikan AI Tak Gantikan Peran Guru Doc: Antara
Ket. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam seminar nasional bertajuk "AI dan Peningkatan Mutu Pendidikan untuk Semua" di Ballroom Gedung IKA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (24/1/2026).

YOGYAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak akan menggantikan peran guru dalam proses pendidikan.

“AI itu tetap menjadi teknologi yang tidak bisa menyelesaikan dan menggantikan semuanya,” ujar Abdul Mu’ti dalam seminar nasional bertajuk ‘AI dan Peningkatan Mutu Pendidikan untuk Semua’ di Ballroom Gedung IKA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kemarin.

Mu’ti mengakui AI memiliki kemampuan mengolah data dan menyajikan informasi secara cepat, namun tidak memiliki dimensi pengalaman, tanggung jawab moral, dan kemanusiaan yang melekat pada peran guru.

Menurut dia, AI dapat memberi saran dan penjelasan, tetapi tidak mampu melakukan dan mengalami proses pembelajaran sebagaimana manusia. “AI bisa memberikan ‘advice’ (nasihat), bisa menjelaskan banyak hal, tetapi dia tidak melakukan dan tidak mengalami,” ujar Abdul Mu’ti.

Kendali atas pemanfaatan AI, kata dia, tetap berada di tangan manusia. Karena itu, penguasaan teknologi tersebut harus disertai sikap kritis agar tidak terjebak pada informasi yang keliru atau tidak sepenuhnya valid. “Kontrolnya tetap ada di manusia yang mengoperasikan alat itu,” kata Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen juga mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan AI, terutama di ruang digital.

Menurut dia, AI menghimpun dan menyajikan informasi berdasarkan data yang diunggah, sehingga kualitas informasi sangat bergantung pada kebenaran sumbernya. “Kalau yang diunggah tidak benar, AI juga akan menyajikan informasi yang tidak benar,” ujar dia.

Dalam konteks kebijakan pendidikan, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pembelajaran AI dan coding mulai diperkenalkan di sekolah dasar sejak kelas 5 sebagai mata pelajaran pilihan.

Kebijakan tersebut diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan guru dan satuan pendidikan.

Menurut dia, di tengah pesatnya perkembangan AI, pendidikan harus tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai kemanusiaan sehingga guru tetap memegang peran penting dalam membimbing, menanamkan nilai, serta membentuk karakter peserta didik. “Aset human dan sisi kemanusiaan itu tidak boleh dilepaskan dalam konteks AI,” ucap Mendikdasmen.

Keadaban Digital

Mendikdasmen juga menekankan akan pentingnya penguasaan kecerdasan buatan (AI) dengan kompetensi dan keadaban digital dalam proses transformasi pendidikan.“Kecerdasan artifisial (AI) kini telah menjadi bagian dari peradaban manusia. Namun, penting kita perlu memiliki digital competence, tetapi itu harus diiringi dengan digital civility atau keadaban digital. Tanpa etika, pemanfaatan AI justru bisa menjadi sumber persoalan sosial baru,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Minggu (25/1).

Ia menjelaskan perkembangan AI telah memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk pendidikan, riset, dunia kerja, hingga cara manusia memperoleh dan mengolah pengetahuan.

Berbagai kajian global menunjukkan bahwa meskipun AI berpotensi menggantikan sejumlah jenis pekerjaan, pada saat yang sama teknologi ini juga membuka berbagai peluang baru. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Tips Menjadi Content Creator

43 menit yang lalu | Opik

Rona
Tips Menjadi Content Creator
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.