Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Longsor Terjang Desa Pasirlangu, Badan Geologi: Waspadai adanya Longsor Susulan!

6 Senin, 26 Jan 2026, 13:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Longsor Terjang Desa Pasirlangu, Badan Geologi: Waspadai adanya Longsor Susulan! Longsor Terjang Desa Pasirlangu, Badan Geologi: Waspadai adanya Longsor Susulan! Doc: esdm.go.id
Ket. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi longsor susulan, seiring dengan bencana gerakan tanah berupa longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat (24/1)

BANDUNG -- Bencana gerakan tanah berupa longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat (24/1). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi longsor susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian. "Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng," ujar Lana di Bandung, Minggu (25/1).

Selain faktor hujan, gerakan tanah di Desa Pasirlangu juga dipengaruhi kondisi geologi setempat yang didominasi batuan gunungapi tua yang telah lapuk, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan rekahan dan sesar geologi.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), wilayah terdampak termasuk Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi terutama pada lereng yang telah mengalami gangguan, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia, khususnya saat hujan deras berlangsung lama.

Aktivitas pemotongan lereng untuk permukiman dan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum optimal, turut memperbesar risiko longsor dan menurunkan kestabilan lereng di kawasan perbukitan tersebut.

"Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas," jelas Lana.

Respons Tanggap Darurat

Pasca kejadian, Badan Geologi memberangkatkan Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana. Tim telah melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui penyebab gerakan tanah serta menyiapkan rekomendasi teknis penanganan di area terdampak seluas kurang lebih 30 hektar.

"Tim Tanggap Darurat Badan Geologi saat ini sudah berada dilokasi terjadinya gerakan tanah berupa tanah longsor di Kabupaten Bogor. Tim akan melakukan pemeriksaan di lokasi bencana untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya.

Tim yang beranggotakan 10 orang (5 tim teknis dan 5 nonteknis) tersebut akan memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah dan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah yang telah terjadi kepada masyarakat yang terkena bencana sebagai bagian dari mitigasi bencana yang mungkin dapat terulang kembali.

Imbauan bagi Warga

Wilayah terdampak merupakan daerah perbukitan dengan kepadatan permukiman dan aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup tinggi. Badan Geologi meminta warga di sekitar lokasi longsor untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Masyarakat yang tinggal di dekat lereng curam diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi terjadinya gerakan tanah susulan masih tinggi.

Dalam proses penanganan bencana, Badan Geologi juga mengingatkan agar keselamatan petugas di lapangan menjadi perhatian utama. "Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas," ujar Lana. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Ring Tinju Mengurangi Tawur...

Bank Ambruk, Presiden Tetap Dimakzulkan Meski Sudah Mundur

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Bank Ambruk, Presiden Tetap...
Olahraga
Jadi Tim Pertama Lolos ke B...

Underpass Bitung Diharapkan Mengurai Kemacetan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Underpass Bitung Diharapkan...

Menang Besar 6-0, Jadi Modal PSS Hadapi Bhayangkara

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menang Besar 6-0, Jadi Moda...

UNESCO Beri Status Hijau kepada 5 Geopark Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
UNESCO Beri Status Hijau ke...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

06 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.