Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cetak Generasi Inovatif dan Adaptif, Gubernur Jatim Dorong Sekolah Jadi Laboratorium Ketahanan Pangan

📅 Senin, 26 Jan 2026, 13:43 WIB | Oleh:
Cetak Generasi Inovatif dan Adaptif, Gubernur Jatim Dorong Sekolah Jadi Laboratorium Ketahanan Pangan Doc: antara foto
Ket. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa di Kediri.

KEDIRI - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendorong agar sekolah-sekolah di Jatim, terutama tingkat SMA/SMK menjadi laboratorium ketahanan pangan sehingga mampu mencetak generasi yang adaptif dengan masa depan.

“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang hidup. Anak-anak belajar teori sekaligus praktik menanam, merawat, memanen, dan mengelola hasilnya,” katanya dalam keterangan yang diterima, Senin (26/1).

Khofifah menambahkan, ketahanan pangan merupakan salah satu pilar strategis pembangunan Jawa Timur. Karena itu, sekolah memiliki peran penting sebagai pusat edukasi dalam menanamkan kesadaran pangan sejak dini sekaligus menyiapkan generasi yang adaptif menghadapi tantangan masa depan.

Pelaksanaan penanaman tanaman produktif, penaburan benih, dan panen serentak ini pun menjadi simbol komitmen kolektif antara pemerintah, satuan pendidikan, guru, dan peserta didik dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.

Pemprov Jatim juga menerima dua penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Rekor MURI pertama diberikan sebagai Pelopor dan Pelaksana Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Terbanyak pada Satuan Pendidikan yaitu sebanyak 754 sekolah baik SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta se-Jatim.

Kedua, Pemrakarsa Gerakan Penanaman Ragam Tanaman Produktif dan Penaburan Benih Ikan Serentak Terbanyak oleh 110.481 Guru dan Murid SMA, SMK dan SLB Negeri/Swasta.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai model pendidikan kontekstual dan berkelanjutan.

Ia mengatakan dengan Program SIKAP, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang praktik, pembentukan karakter, serta laboratorium sosial yang melatih kemandirian dan kepedulian peserta didik terhadap isu ketahanan pangan.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Program SIKAP telah diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Gubernur juga memimpin langsung kegiatan penanaman ragam tanaman produktif, penaburan benih ikan, dan panen serentak bersama 110.481 guru dan murid SMA, SMK, serta SLB negeri dan swasta se-Jawa Timur, yang dipusatkan di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Minggu (25/1).

Kegiatan tersebut diikuti secara luring oleh sekitar 500 peserta di lokasi utama, serta secara daring oleh 109.981 guru dan murid dari 754 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di seluruh Jawa Timur.

Kegiatan yang merupakan implementasi program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) secara masif ini sekaligus mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan MURI tersebut.

Dalam kunjungannya di Kediri, Gubernur Khofifah juga meninjau langsung berbagai praktik ketahanan pangan sekolah, mulai dari panen telur, peninjauan ayam potong, kandang kambing dan sapi perah, penanaman perdana tanaman produktif, hingga panen dan penebaran benih ikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.