Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polemik 379 Pedagang Hambat Penempatan Pasar Pagi Samarinda

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 06:50 WIB | Oleh:
Polemik 379 Pedagang Hambat Penempatan Pasar Pagi Samarinda Doc: antara foto
Ket. 379 pedagang audiensi dengan DPRD Samarinda, Kaltim.

SAMARINDA - Polemik validasi data administrasi terhadap 379 pedagang pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) resmi kini menjadi ganjalan utama dalam proses penempatan kios baru di Pasar Pagi Samarinda, Kaltim.

"Maksimal 18 Februari 2026 sudah terisi semua Pasar Pagi, karena kita mau mengejar momen menjelang bulan puasa, karena omzet penjualan cenderung meningkat drastis," kata Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi di Samarinda, Sabtu (24/1).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda kini turun tangan untuk mengurai benang kusut masalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak terdata tersebut agar tidak mengorbankan hak pedagang lama.

Iswandi menegaskan pihaknya akan segera melakukan komunikasi intensif dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk memastikan kendala administratif ini tidak menghapus hak pedagang untuk berjualan.

Kisruh data ini mengakibatkan ratusan pedagang yang memegang dokumen sah terancam tidak bisa masuk ke gedung pasar yang baru dibangun tersebut jika tidak segera diselesaikan.

Koordinator Pemilik SKTUB Resmi dengan NIK Tidak Terdata, Ade Maria Ulfah, mendesak agar polemik perbedaan data ini segera diakhiri agar nasib mereka tidak terkatung-katung tanpa kepastian.

"Kami minta kepastian, kita minta data yang kami masukan tadi datanya diproses dan kami mendapatkan hak kami kembali," tegasnya.

Para pedagang merasa terjebak dalam situasi birokrasi yang rumit di tengah kondisi ekonomi mereka yang semakin terpuruk selama berada di lokasi penampungan sementara.

Selama masa relokasi di Segiri Grosir Samarinda (SGS), polemik lokasi dagang ini diperparah dengan penurunan omzet yang sangat tajam hingga membuat banyak pedagang gulung tikar.

Ade mengungkapkan fakta miris bahwa pendapatan rekan-rekannya di tempat penampungan saat ini seringkali hanya cukup untuk membeli makan hari itu saja.

Ketidakpastian jatah kios di gedung baru membuat para pedagang tidak berani menyetok barang dalam jumlah besar untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

"Mereka berharap sengketa data ini dapat tuntas sebelum momen puasa tiba agar aktivitas ekonomi di pasar legendaris tersebut dapat pulih seperti sedia kala," jelas Ade.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.