Menjaga Keberlanjutan Kampung Batik Rejomulyo Semarang

Minggu, 25 Jan 2026, 22:45 WIB

Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen menjaga keberlanjutan Kampung Batik Rejomulyo sebagai sentra batik ramah lingkungan sekaligus penguat identitas Batik Semarang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujemg, di Semarang, Minggu, mengapresiasi pengelolaan kawasan produksi batik yang telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tersebut.

Dengan demikian, lanjut dia, memungkinkan dilakukan proses membatik dengan pewarna alam.

Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan keseriusan Kampung Batik Rejomulyo dalam menjaga lingkungan tanpa meninggalkan nilai budaya.

"Ada IPAL, jadi memang diniatkan untuk produksi batik dengan pewarna alam. Bukan hanya produksi kain batik dengan pewarna-pewarna biasa, Ini dengan pewarna alam," katanya.



Tak hanya fokus pada produksi, wali kota juga menaruh perhatian pada upaya pelestarian sejarah Batik Semarang.

Ia menyebut muncul gagasan dari pelaku batik setempat untuk menghadirkan museum batik yang menampilkan replika batik Semarang sejak era 1800 hingga 1900-an.

Ia menilai inisiatif tersebut menjadi nilai tambah yang penting bagi Kampung Batik Rejomulyo.

Ia menambahkan, revitalisasi Kampung Batik Rejomulyo yang dilakukan Pemkot Semarang menjadi kado 20 tahun sejak kawasan tersebut mulai dikembangkan pada 2006.

Ket. Foto: Wali Kota Semarang Agustina Wilujemg saat mengunjungi Kampung Batik Rejomulyo di Semarang, Minggu (25/1/2026), — Sumber: Antara



Revitalisasi tersebut, kata dia, menghadirkan kawasan yang lebih tertata, ruang pamer yang bersih, serta lingkungan yang lebih representatif bagi perajin maupun pengunjung.

  • Kampung Batik Rejomulyo

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.