Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Masters 2026: Istora Menunggu Gebrakan Gen Z, Mampukan Bulutangkis Indonesia Bangkit di Tangan Mereka?

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 18:15 WIB | Oleh:
Indonesia Masters 2026: Istora Menunggu Gebrakan Gen Z, Mampukan Bulutangkis Indonesia Bangkit di Tangan Mereka? Doc: Antara/Sulthony Hasanuddin
Ket. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan (atas) mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis tunggal putra Taiwan Chi Yu Jen pada babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1). Alwi melaju ke babak final setelah menang dua gim 21-11 dan 21-12.

JAKARTA - Ketika gemuruh Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta kembali memenuhi udara, bukan hanya sorak penonton yang terasa, tapi juga harapan dan antisipasi publik yang menatap para pemain muda Indonesia.

Alwi Farhan, tunggal putra Merah Putih yang baru menginjak usia 20, dan pasangan ganda putra Raymond Indra (21 tahun)/Nikolaus Joaquin (20), berhasil menembus final BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026.

Hasil ini menunjukkan generasi baru tidak lagi sekadar menjadi penonton di turnamen besar, tetapi siap tampil, belajar, dan menantang senior mereka di lapangan.

Bagi Alwi, lolos ke final bukan tujuan akhir, melainkan salah satu tahap dalam perjalanan panjangnya. Setelah menundukkan wakil Taiwan Chi Yu Jen 21-12, 21-12, Alwi menegaskan pentingnya pemulihan fisik dan mental sebelum menghadapi partai puncak.

Fokus, kesiapan mental, dan kontrol diri di lapangan, kata Alwi, sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

“Dulu saya menonton Anthony Sinisuka Ginting juara di sini pada 2018. Tidak pernah terbayangkan saya bisa berdiri di final delapan tahun kemudian. Tapi saya berjuang untuk memantaskan diri,” kata Alwi.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kesabaran, konsistensi, dan pengalaman bertanding adalah modal penting bagi generasi baru yang menembus level dunia, yang selama ini didominasi pemain kelahiran 1990-an.

Sementara itu, Raymond/Joaquin memperlihatkan kombinasi strategi matang dan mental tangguh. Meski sempat tertinggal 0-6 pada awal gim pertama melawan rekan senegara sekaligus senior Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, pasangan peringkat 23 dunia itu mampu membalikkan keadaan dan menang dua gim langsung 21-19, 21-14.

Joaquin menjelaskan permainan mereka berjalan sesuai rencana, sambil menyesuaikan dengan tekanan lawan dan situasi lapangan.

“Kami memulai dari nol, fokus mengejar senior kami. Mentalitas bukan sekadar soal percaya diri di lapangan, tapi juga tentang konsistensi dan pendekatan yang sistematis dalam latihan dan pertandingan,” ujar Joaquin.

Sabar dan Reza juga turut menambahkan perspektif lain. Mereka mengungkapkan Raymond/Joaquin bermain dengan kepercayaan diri jauh lebih tinggi dibanding pertemuan sebelumnya di Super 1000 Malaysia Open 2026.

“Permainan mereka lebih rapi, baik dari segi serangan maupun pertahanan,” kata Sabar.

Fakta ini menunjukkan generasi muda Indonesia tak hanya mengandalkan bakat alami, tetapi juga mengasah permainan secara matang melalui pengalaman, evaluasi, dan bimbingan dari pelatih.

Ekspektasi publik dan tekanan Istora

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.