Kementrans Gelontor Rp100 Juta, Petani Telang Rejo di Sumsel Siap Panen Lebih Besar
Jumat, 23 Jan 2026, 10:25 WIBBANYUASIN â Pengembangan Koperasi Kelompok Petani (KKP) memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Koperasi berfungsi sebagai wadah kolektif untuk mengorganisasi produksi, memfasilitasi akses pasar, serta memperoleh harga yang lebih adil melalui skala ekonomi.
Selain itu, koperasi memungkinkan petani mendapatkan akses pembiayaan, teknologi pertanian, dan pelatihan manajemen yang sulit dijangkau secara individu.
Dari perspektif ekonomi makro, pengembangan KKP juga mendorong produktivitas dan efisiensi rantai pasok pangan, sekaligus memperkuat posisi tawar petani di pasar domestik maupun ekspor.
Dengan demikian, penguatan koperasi bukan sekadar instrumen sosial, tetapi fondasi penting bagi pertumbuhan pertanian yang berkelanjutan, inklusif, dan resilient terhadap fluktuasi harga maupun risiko iklim.
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengucurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk pengembangan Koperasi Kelompok Petani Desa Telang Rejo di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Bantuan tersebut bakal digunakan guna memperkuat kelembagaan ekonomi petani.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan kabupaten ini merupakan salah satu daerah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Kementerian Transmigrasi memberikan bantuan kepada koperasi kelompok tani di sini dalam rangka memberikan bantuan pengadaan alat yang nanti juga akan dibantu dengan peralatan irigasi sederhana," kata Yoga di Muara Telang, Banyuasin, Sumsel, Kamis.
Ia menerangkan Banyuasin memang tercatat sebagai produsen padi peringkat pertama di Indonesia, dengan sebagian besar produksinya berasal dari kawasan transmigrasi.
Maka dari itu, penguatan sektor pertanian di kawasan transmigrasi sejalan dengan visi Astacita, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan.
Kawasan Telang, menurutnya, menjadi sentra produksi padi dengan produktivitas yang cukup tinggi.
âl"Satu hektare (lahan) bisa produksi gabah kering panen 8 ton, dan ini akan kita tingkatkan lagi," ujarnya.
Lebih lanjut, Yoga menyebut keberhasilan Banyuasin tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah dengan berbagai kementerian.
Selain Kementrans, program pertanian di kawasan juga didukung oleh Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Perhubungan.
Selain bantuan untuk pengembangan koperasi, Kementrans turut berencana mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi.
Yoga menambahkan untuk 2026, Kementrans berkomitmen akan membantu pembangunan jalan poros serta renovasi infrastruktur penunjang lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuasin Askolani mencatat bahwa produksi padi Banyuasin pada 2025 mencapai 1,2 juta ton.
Produksi tersebut berasal dari total luas lahan sekitar 189 ribu hektare, dengan sekitar 70 persen berada di kawasan transmigrasi.
"Keberhasilan Banyuasin mencapai (produksi) peringkat pertama di Indonesia itu adalah kawasan transmigrasi. Dan keberhasilan ini adalah kerja sama dari semua kementerian," ujarnya.
Menurut Askolani, dukungan lintas sektor dinilai menjadi kunci keberlanjutan produksi pangan di Banyuasin, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah transmigrasi.
- telang rejo
- Koperasi Kelompok Petani
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.