Indonesia Kekurangan Dokter, Presiden Prabowo Akan Bangun 10 Universitas Baru Berstandar Inggris
Rabu, 21 Jan 2026, 19:15 WIBJAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengemukakan rencana untuk membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains, dan teknologi.
Pembangunan universitas-universitas baru tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis.
Usai menghadiri forum UK-Indonesia Education Roundtable di London, Inggris, Selasa (20/1) waktu setempat, dia menyampaikan bahwa Indonesia masih kekurangan banyak tenaga medis, termasuk dokter dan dokter gigi.
"Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun," katanya saat menyampaikan keterangan di London, yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden.
"Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," katanya.
Presiden menyampaikan keinginan pemerintah untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka Inggris dalam mendirikan 10 universitas baru di Indonesia.
"Kita ingin mengajak kerja sama nanti. Mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi," katanya.
Presiden menginginkan universitas-universitas baru yang akan dibangun nantinya menerapkan standar pendidikan tinggi Inggris.
"Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris," kata Prabowo.
"Jadi, kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia," katanya.
Dia menyampaikan bahwa universitas-universitas baru tersebut akan menerima lulusan-lulusan terbaik, yang akan menerima beasiswa penuh dari pemerintah.
Presiden juga mengatakan bahwa Indonesia terbuka menerima dosen dan profesor dari luar negeri.
Dia mengemukakan perlunya kerja sama semacam itu untuk mendukung peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
Presiden optimistis universitas-universitas baru yang akan dibangun oleh pemerintah sudah bisa menerima mahasiswa pada tahun 2028.
"Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia," katanya.
"Jadi, rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia," ia menambahkan.
- Presiden Prabowo
- Bangun 10 Universitas Baru
- Indonesia Kekurangan Dokter
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Pemkab Malinau Siapkan Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha
-
Padi Reborn Meriahkan Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI
-
JBL Tingkatkan Standar Audio Gaming Lewat Seri Quantum Terbaru
-
Menara Eiffel Tutup Lebih Cepat Gara-Gara Gelombang Panas
-
Parade Pembalap MotoGP 2026 Disiapkan ITDC dan Dispar NTB Keliling Kota Mataram, Ada Marc Marquez & Mario Aji!
-
Ekosistem Pendidikan Jakarta Dimantapkan demi SDM Global
-
Hadapi Persaingan Global, RI Gandeng Tiongkok Asah Negosiator Ekonomi Internasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.