Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong BPD Lebih Profesional, Gubernur Pramono: Jangan Ada Intervensi Politik

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 14:00 WIB | Oleh:
Dorong BPD Lebih Profesional, Gubernur Pramono: Jangan Ada Intervensi Politik Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur Pramono menegaskan bahwa penguatan BPD harus dilakukan melalui permodalan yang kuat, kolaborasi lintas daerah, serta pengawasan yang aktif dan berintegritas.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia di Balai Kota Jakarta pada Selasa. Forum bertema "Resiliensi, Endurance, dan Daya Tahan BPD di Tengah Perubahan" ini menjadi ruang konsolidasi nasional untuk memperkuat peran bank daerah di tengah tekanan ekonomi dan perubahan regulasi.

Pramono menyebut Pemprov DKI Jakarta merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan strategis tersebut karena peran BPD dinilai krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, forum ini menjadi ajang berbagi praktik terbaik antarwilayah agar bank pembangunan daerah semakin kompetitif dan adaptif.

Ia menegaskan bahwa penguatan BPD harus dilakukan melalui permodalan yang kuat, kolaborasi lintas daerah, serta pengawasan yang aktif dan berintegritas. Peran Dewan Komisaris dinilai menjadi penopang utama dalam menjaga arah kebijakan dan keberlanjutan kinerja perbankan daerah.

"BPD memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Karena itu, penguatan BPD perlu terus didorong melalui permodalan yang memadai, kolaborasi yang solid, serta pengawasan aktif dari Dewan Komisaris," ujarnya.

Pramono juga menyoroti persoalan klasik yang kerap menghambat kemajuan bank daerah, yakni intervensi berlebihan dari pemilik saham daerah. Ia menilai praktik tersebut membuat ruang profesionalisme manajemen menjadi sempit dan berdampak pada kinerja lembaga keuangan daerah.

"Jika ingin BPD maju, pemerintah daerah tidak boleh terus-menerus melakukan intervensi. Selama masih ada cawe-cawe, BPD tidak akan berkembang karena profesionalisme adalah kata kuncinya," tutur Pramono.

Sebagai contoh, Pramono memaparkan pola pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah di DKI Jakarta yang menempatkan prinsip profesional dan akuntabel sebagai fondasi utama. Pemprov DKI memberikan kepercayaan penuh kepada jajaran direksi dan komisaris yang dipilih secara terbuka dan berbasis kompetensi.

Kontribusi ekonomi Jakarta yang mencapai sekitar 16,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional turut menjadi alasan pentingnya tata kelola BUMD dan BPD yang sehat. Pramono menilai penguatan sektor perbankan daerah akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi regional dan nasional.

Ia berharap Rakernas FKDK BPDSI mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri perbankan daerah saat ini. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan, meningkatkan integritas, serta memperluas sinergi dengan pemerintah daerah.

"Bapak dan Ibu sekalian memiliki kontribusi besar dalam membangun daerah melalui BPD. Kedekatan dengan kekuasaan tidak akan berarti apa-apa tanpa kerja yang profesional dan berintegritas," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.