Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Tak Akan Akui Pemilu Junta

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asean Tak Akan Akui Pemilu Junta Doc: AFP/CHARLY TRIBALLEAU
Ket. Mohamad Hasan

KUALA LUMPUR - Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (Asean) yang beranggotakan 11 negara menyatakan tidak akan mengirim pengamat ke pemilihan umum tiga tahap yang sedang berlangsung di Myanmar yang dikuasai junta militer dan oleh karena itu tidak akan mendukung pemilu tersebut. Penegasan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Malaysia pada Selasa (20/1).

Myanmar telah dilanda konflik sejak militer melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil pada tahun 2021. Pemilu yang dimulai pada Desember tahun lalu ini telah dikritik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), banyak negara Barat, dan kelompok hak asasi manusia sebagai taktik untuk melegitimasi pemerintahan militer melalui proksi politik, tuduhan yang telah dibantah oleh junta.

Dengan tingkat partisipasi yang rendah, para pemilih memberikan suara mereka pada tahap kedua pemilu awal bulan ini, dengan Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan yang bersekutu dengan militer memimpin setelah mengamankan 88 persen kursi majelis rendah yang diperebutkan pada tahap pertama.

Berbicara di parlemen, Menlu Mohamad Hasan mengatakan Asean telah menolak permintaan dari Myanmar untuk mengirim pengamat pemilu selama KTT pemimpin tahunan di Kuala Lumpur tahun lalu, meskipun beberapa negara anggota secara individu telah memutuskan untuk melakukannya sendiri.

"Kami telah mengatakan bahwa Asean tidak akan mengirim pengamat, dan karena itu, kami tidak akan mengesahkan pemilu tersebut," kata Menlu Mohamad menanggapi pertanyaan dari anggota parlemen lain tentang posisi Malaysia dan Asean terkait pemilu di Myanmar tersebut.

Kode Etik

Secara terpisah, Menlu Mohamad juga mengatakan bahwa Asean berada pada tahap akhir penyelesaian kode etik yang telah lama diusulkan dengan Beijing tahun ini terkait kegiatan di Laut Tiongkok Selatan.

"Kami berharap dapat mewujudkannya tahun ini," kata dia.

Asean dan Tiongkok pada tahun 2002 berjanji untuk membuat kode etik, tetapi butuh waktu 15 tahun untuk memulai diskusi dan kemajuannya lambat.

Beijing mengklaim kedaulatan atas sebagian besar Laut Tiongkok Selatan, termasuk sebagian dari zona ekonomi eksklusif 200 mil laut milik Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam, yang mempersulit kegiatan perikanan dan eksplorasi energi oleh negara-negara tersebut. CNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.