Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelayanan Ditingkatkan, MRT Jakarta Targetkan 50 Juta Pelanggan pada 2026

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 13:17 WIB | Oleh:
Pelayanan Ditingkatkan, MRT Jakarta Targetkan 50 Juta Pelanggan pada 2026 Doc: antara foto
Ket. Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun Harmoni Lin Utara-Selatan di Jakarta, Selasa (20/1).

JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan 50 juta pelanggan pada 2026 yang akan dibarengi dengan upaya peningkatan pelayanan dan fasilitas bagi pengguna transportasi publik tersebut.

"Di tahun 2026, kami bertekad untuk meningkatkan dari sebelumnya 127 ribu menjadi 137 ribu pelanggan per hari atau mendekati angka 50 juta pelanggan per setahun," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat.

Hal itu disampaikan dalam peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun Harmoni Lin Utara-Selatan di Jakarta, Selasa (20/1).

Tuhiyat mengatakan, angka ini berdasarkan data 2025 dengan total pelanggan satu tahun 46,5 juta pelanggan atau rata-rata per hari lebih dari 127.000 pelanggan.

Dia menambahkan, MRT Fase 2 adalah tahapan penting untuk melanjutkan pembangunan sistem transportasi massal modern yang menghubungkan kawasan pusat kota sampai dengan ke sisi utara.

Diharapkan dengan adanya "groundbreaking" di Stasiun Harmoni ini menjadi wujud pembangunan transportasi publik yang nyata bagi masyarakat.

"Proses pembangunan tahun 2025 untuk khususnya CP202 mencapai 61 persen, sementara Stasiun Harmoni sendiri 56 persen," ucapnya.

MRT Jakarta menargetkan pembangunan Stasiun Bundaran H-Monas selesai 2027 dan Stasiun Harmoni-Kota pada 2029.

JICA (Japan International Cooperation Agency) membiayai anggaran pembangunan MRT Fase 2 Thamrin-Kota lewat skema pendanaan tiga pihak atau "tri-sub-driver agreement".

Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Sedangkan Fase 2B MRT Jakarta yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).

Berbeda dengan fase 1, Fase 2A dibangun sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit (transit-oriented development).

Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur Stasiun MRT Jakarta saja, namun juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan dan ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.