Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Bibit Siklon Tropis 97S di Barat Daya Teluk Carpentaria Picu Cuaca Ekstrem di NTB

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 08:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Bibit Siklon Tropis 97S di Barat Daya Teluk Carpentaria Picu Cuaca Ekstrem di NTB Doc: ANTARA
Ket. Tangkapan layar prakiraan angin lapisan yang memperlihatkan lokasi pusat tekanan di Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat, Selasa (13/1/2026).

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai peningkatan potensi cuaca ekstrem yang terjadi akibat gangguan dinamika atmosfer.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, mengatakan fenomena cuaca ekstrem yang terjadi berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, serta gelombang laut tinggi.

"Waspada peningkatan cuaca ekstrem di wilayah NTB dari tanggal 20 sampai 26 Januari 2026," ujarnya di Mataram, Selasa (20/1).

Satria memaparkan salah satu faktor utama pemicu cuaca ekstrem adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di barat daya Teluk Carpentaria, Australia. Sistem ini mempengaruhi pola angin dan suplai massa udara basah di wilayah NTB.

Bibit badai tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dengan tekanan udara minimum 998 hectopascal dan bergerak ke arah barat.

Faktor gangguan atmosfer lainnya berupa aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) secara spasial, gelombang Rossby ekuator, dan gelombang Kelvin yang juga terpantau aktif di wilayah NTB. Kombinasi fenomena gangguan atmosfer tersebut berkontribusi meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

BMKG juga mencatat fenomena pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB. Kondisi ini menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pembentukan awan konvektif.

Kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai lapisan ketinggian serta labilitas atmosfer yang kuat membuat proses konvektif skala lokal menjadi semakin intens.

"Kondisi dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan kumulonimbus di beberapa wilayah NTB," papar Satria.

BMKG melaporkan wilayah Nusa Tenggara Barat yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem, antara lain:

Pada 20-25 Januari 2026
Kota Mataram, Kota Bima, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Bima.

Pada 26 Januari 2026
Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.

BMKG melaporkan selain hujan lebat ada pula potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB.

Pada 20-22 Januari 2026, kategori tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, dan Selat Sape bagian utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.