Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Terdampak Banjir, Dua KA di Daop 9 Jember Kembali Beroperasi Normal

📅 Senin, 19 Jan 2026, 11:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah Terdampak Banjir, Dua KA di Daop 9 Jember Kembali Beroperasi Normal Doc: ANTARA
Ket. Tim KAI melakukan normalisasi jalur untuk menjamin keselamatan perjalanan KA di Emplasemen Pekalongan, Senin (19/1/2026).

JEMBER – Dua kereta api (KA) di PT KAI  Daerah Operasi 9 Jember, Jawa Timur, yang terdampak banjir di Jakarta dan Pekalongan kembali beroperasi normal melewati jalur utara pada Senin(19/1).

"Setelah sempat mengalami gangguan operasional akibat banjir, kami menyampaikan bahwa KA Blambangan Ekspres dipastikan kembali berjalan hari ini sesuai jadwal keberangkatan melalui jalur utara," kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, di Jember, Senin.

Sebelumnya, perjalanan KA Blambangan Ekspres sempat dibatalkan demi keamanan dan keselamatan akibat tingginya genangan air di jalur kereta api wilayah Semarang pada Minggu (18/1).

Sedangkan untuk KA Pandalungan (Jember – Gambir PP) yang sebelumnya sempat mengalami perubahan pola operasi, kini juga sudah dapat melintasi jalur utara secara normal.

Meski demikian, lanjut dia, demi alasan keselamatan, perjalanan di beberapa titik terdampak masih diberlakukan pembatasan kecepatan dan pemulihan jalur itu dilakukan secara bertahap setelah tim prasarana bekerja ekstra keras di lapangan.

"Kami sampaikan bahwa mulai Senin ini, KA Blambangan Ekspres dipastikan kembali jalan sesuai jadwal keberangkatan melalui jalur utara," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa jalur hilir dan hulu di wilayah terdampak banjir kini sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas setelah tim prasarana KAI melakukan penguatan pada tubuh ban jalan rel dan memastikan sistem persinyalan berfungsi baik, serta upaya normalisasi penuh masih terus berlangsung di titik-titik tersebut agar kecepatan kereta api bisa segera kembali ke batas maksimal.

"Tim prasarana juga terus berusaha untuk menormalisasi jalur agar semua KA segera bisa berjalan normal kembali sesuai kecepatan yang diizinkan, sehingga ketepatan waktu perjalanan dapat kembali terjaga," katanya.

Dalam upaya pemulihan itu, KAI menjalankan langkah-langkah secara bertahap dan terpadu yang mencakup perbaikan prasarana di lokasi terdampak, rekayasa pola operasi perjalanan, penyiapan sarana dan rangkaian cadangan, hingga keputusan pembatalan perjalanan pada kondisi tertentu yang mutlak dilakukan demi keselamatan jiwa.

"Sebagai bagian dari penanganan jangka pendek, KAI terus menyiagakan personel di titik-titik rawan untuk mengantisipasi apabila ada hal-hal yang dapat mengganggu perjalanan kereta terkait bencana alam," katanya.

Ia menjelaskan KAI juga memperkuat langkah preventif jangka panjang melalui koordinasi lintas pihak dengan pemerintah daerah, instansi teknis, dan para pemangku kepentingan terkait.

Sinergi ini bertujuan agar prasarana perkeretaapian semakin kokoh dan siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa mendatang.

"KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan operasional tersebut. KAI memastikan bahwa setiap kebijakan operasional yang diambil, baik itu rekayasa jalur maupun pembatalan perjalanan, dilakukan berdasarkan evaluasi teknis menyeluruh dan kondisi riil di lapangan demi menjamin keselamatan tertinggi bagi penumpang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Rupiah Masih Rawan - 09 Oktober 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 09 Okt...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.