Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Picu Lonjakan Petir di NTB, BMKG Ungkap Fakta Mengejutkan

📅 Senin, 19 Jan 2026, 16:42 WIB | Oleh:
Perubahan Iklim Picu Lonjakan Petir di NTB, BMKG Ungkap Fakta Mengejutkan Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan memaparkan data sambaran petir yang tercatat melalui sistem komputer di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (19/1).

MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut perubahan iklim global berkontribusi besar terhadap lonjakan sambaran petir di Nusa Tenggara Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan menyatakan fenomena perubahan iklim global yang mempengaruhi kondisi atmosfer berkontribusi besar dalam memicu lonjakan sambaran petir di suatu wilayah.

"Perubahan iklim adalah faktor penyebab secara besar atau makro terhadap peningkatan intensitas sambaran petir. Sedangkan kondisi angin sesaat dan aktivitas siklon hanya bersifat mikro," ujarnya saat ditemui di Mataram, Senin.

Jejak aktivitas manusia yang menghasilkan emisi gas rumah kaca telah mempengaruhi pola El Nino-Southern Oscillation (ENSO), sehingga peristiwa La Nina dan El Nino menjadi lebih kuat dan sering terjadi.

Hujan yang terus menerus turun hampir sepanjang tahun memicu aktivitas pembentukan awan kumulonimbus yang berperan sebagai sumber pemasok energi petir.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada lonjakan jumlah sambaran petir di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode La Nina atau musim kemarau basah yang berlangsung pada 2024 dan 2025.

Total sambaran petir di NTB tercatat sebanyak 2,63 juta kali pada 2024 dan mencapai 1,15 juta kali pada 2025. Daerah yang mengalami sambaran petir paling banyak adalah Kabupaten Sumbawa dengan jumlah mencapai 1,64 juta kali dan 705.145 kali pada periode dua tahun berturut tersebut.

Namun, ketika El Nino berlangsung yang menyebabkan musim kemarau cenderung lebih panjang, intensitas petir justru menurun akibat kondisi langit yang bersih dari awan.

"Kalau ada hujan berarti ada awan kumulonimbus. Setiap muncul kumulonimbus selalu ada aktivitas petir," kata Sumawan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sambaran petir, terutama jenis petir awan ke awan sering kali tidak disadari masyarakat, karena tidak selalu terlihat secara kasat mata.

BMKG memiliki peralatan pengamatan petir yang dapat mendeteksi aktivitas sambaran petir setiap kali terbentuk gumpalan awan kumulonimbus.

"Saat ini kami memiliki empat alat pengamatan petir di NTB, yakni di kantor Stasiun Geofisika Mataram, kantor Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Bandara Sumbawa, dan Bandara Bima," kata Sumawan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan yang disertai awan tebal dan gelap, karena kondisi tersebut berpotensi memicu sambaran petir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.